Soal PTKM, DPRD Minta Pemda Tak Permainkan Rakyat

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – DPRD DIY memanggil Satgas Penanganan Covid Pemda DIY, Kamis (4/2/2021) siang. DPRD berniat melakukan evaluasi kinerja mereka selama ini termasuk kebijakan terakhir yakni Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang dinilai merugikan masyarakat.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi menilai Pemda tidak serius dalam penanganan Covid-19 dalam segi kesehatan maupun dampak ekonomi. Menurut dia, keputusan dan aturan yang diciptakan hanya sebatas normatif semata padahal kondisi saat ini terbilang tidak normal.

“Saat ini yang terjadi, pemda selalu saja menyebut hierarki kebijakan. Itu betul tapi pada saat situasi normal, ini kan tidak normal. Seperti pada PTKM, bukan hanya pada jam saja, tapi kami mendorong bagaimana penanganan Covid sebisa mungkin menjadi kewenangan provinsi. Kita tanggung jawab, karena bagaimana ini semua untuk rakyat. Bagaimana kewenangan di DIY bisa menjadi cepat, kareka penyakit ini sudah tidak normal cenderung darurat. Tidak harus sesuai hierarki tapi tidak melanggar aturan,” tegas Nuryadi dalam rapat terbuka.

Soal aturan pembatasan jam operasional ruang usaha, juga menjadi sorotan dewan kali ini. Pasalnya, turunan peraturan Gubernur yang tidak detail, membuat implementasi di lapangan berbeda.

“Baru ini kita tahu juga, ada yang ambigu, itu tadi Satpol PP DIY mengatakan dari Tugu sampai alun-alun boleh buka dengan 25 persen. Lha kan itu bisa provinsi mengambil alih lokasi kewenangan Pemkot. Ini kan seperti tidak jelas, tidak salah juga ketika rakyat merasa dipermainkan, bingung, mengapa tidak dari awal demikian (diatur Provinsi),” sambung dia.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menambahkan secara penanganan kesehatan, DIY juga terkesan tidak terbuka pada masyarakat. Kekurangan tempat tidur, ventilator dan shelter menjadi indikator bagaimana kurang maksimalnya penanganan Covid DIY.

“Itu kita punya JEC atau Hotel Mutiara bisa buat shelter, karena kenyataannya banyak masyarakat DIY yang kesulitan mendapatkan perawatan ketika positif. Ya datang ke rumah sakit ketika gejalanya ringan suruh kembali ke rumah isolasi mandiri,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI