Solidaritas Petani Kendeng, Mahasiswa Lakukan Aksi Jalan Kaki ke 0 Km

YOGYA (KRjogja.com) – Aksi solidaritas untuk petani Pegunungan Kendeng Rembang untuk meminta penghentian operasional pabrik semen setelah munculnya keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait Ijin Penetapan Lokasi (IPL) dan memenangkan petani Kendeng. Jumat (9/12/2016) puluhan mahasiswa dari berbagai elemen melakukan aksi longmarch dari kampus UIN Sunan Kalijaga hingga titik 0 kilometer sebagai wujud keprihatinan sekaligus meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjalankan putusan MA tersebut.

Muhammad Nasihudin, koordinator aksi mengungkap mahasiswa membawa tuntutan pada pemerintah pusat dan pemerintah Jawa Tengah agar menaati putusan MA. Mereka menilai, operasional pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan tersebut tak lagi sah dan harus dihentikan karena bertentangan dengan putusan hukum MA.

"Di Yogya kami lakukan aksi solidaritas dangan berjalan kaki seperti yang dilakukan petani Kendeng lima hari terakhir. Kami menuntut pemerintah Jawa Tengah menghentikan operasional pabrik semen sesuai putusan MA," terangnya.

Aksi longmarch yang diakhiri dengan orasi ini menurut Nasihudin akan dilaksanakan dengan damai dan tanpa kekerasan. "Kami ingin menjemput keadilan jadi kami tegaskan bahwa aksi ini damai, ini bentuk solidaritas kami," imbuhnya.

Mahasiswa mengaku akan terus menjalankan aksi hingga pemerintah Jawa Tengah menghentikan operasional pabrik semen di Kendeng sebagai bentuk implemetasi putusan MA. "Kami sudah berkomitmen akan terus lakukan aksi damai sampai pemda Jateng laksanakan putusan MA," pungkasnya.

Aksi longmarch mahasiswa menempuh jarak yang cukup jauh sekitar 7 kilometer dari UIN menuju 0 km melalui Jalan Timoho, Tut Harsoyo, Kusumanegara hingga Gondomanan dan titik 0. Aksi jalan kaki ini sebagai bentuk solidaritas aksi jalan kaki petani kendeng dari Rembang menuju Semarang yang jaraknya lebih dari 100 km. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI