Sonobudoyo Dapat Hibah 100 Pusaka

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Koleksi Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta, bertambah lagi dengan adanya hibah 100 pucuk senjata berupa keris, tombak, pedang dan songsong (payung) dari keluarga pemilik Malioboro Mall, Alm Ricky Hartanto. Seratus koleksi yang masuk dalam kriteria senjata tersebut diserahkan langsung kakak kandung almarhum Ricky Hartanto, Herawati kepada Kepala Museum Sonobudoyo (MSB) Setyawan Sahli.

”Kami apresiasi adanya hibah ini. Semoga dapat bermanfaat, memperkaya khasanah koleksi MSB. Bukan tidak mungkin koleksi-koleksi tersebut akan menjadi bahan studi dan edukasi bagi pengunjung serta masyarakat umum maupun peneliti,” tutur Setyawan Sahli.

Ditegaskan pria yang akrab disapa Iwan tersebut, pihaknya akan memperlakukan dan merawat koleksi hibah ini sebagaimana koleksi museum lain dan menempatkan di tempat semestinya. Hibah 100 senjata ini juga menambah daftar koleksi MSB yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 60 ribu buah. ”Tidak menutup kemungkinan bisa digelar pameran tunggal dengan koleksi ini,” sebutnya.

Sementara Kasi Koleksi, Konservasi dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Ery Sustiyadi menambahkan, koleksi yang dihibahkan masuk dalam kelompok senjata. Nantinya koleksi tersebut akan masuk di Storage atau penyimpanan Museum Sonobudoyo dan ikut dipamerkan saat digelar pameran dengan tema keris.

Kurator Senjata Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Sumitro SH mengatakan, dari ratusan koleksi yang dipunyai pemilik, sementara baru 100 yang memenuhi estetika hingga eksetori untuk koleksi museum. Hal tersebut mengacu pada tiga pamor yang ada pada keris, yakni tiban, rekan dan kamardikan.

”Kami memiliki yang memenuhi kriteria, Karena museum butuh yang kualitasnya sesuai standar. Pamornya bagus, bilahnya baik, estetikanya masuk, perabotan atau aksesorisnya juga tidak mengecewakan. Sebab museum kan untuk pembelajaran. Jadi jangan sampai nanti memiliki koleksi yang kurang tepat karena tidak sesuai pakem,” sebutnya.

Koleksi hibah ini menurutnya juga akan disendirikan. Sebab di Museum Sonobudoyo, setidaknya ada tiga pengelompokan koleksi, yakni milik museum, hibah dan titipan. Dengan begitu ketika kelompok koleksi ini tidak akan tercampur. ”Memudahkan jika suatu saat pemilik yang menghibahkan ingin melihatnya,” sambung Sumitro.

Sedang Herawati, kakak kandung almarhum Ricky Hartanto mewakili keluarga menuturkan suatu ketika memang mendiang pernah mengutarakan maksud agar koleksinya dimuseumkan jika dirinya meninggal dunia. Langkah ini diambil untuk memenuhi keinginan almarhum sekaligus upaya menjaga kelestariannya.

”Yang dihibahkan ini baru sebagian saja. Masih ada ratusan koleksi yang rencananya akan dihibahkan periode selanjutnya. Karena kami tidak ahli, keluarga ingin koleksi ini terawat dengan baik. Sebab koleksi seperti ini tidak semua bisa merawat,” jelasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI