Spanduk Tolak Minimarket Marak di Kauman, Ternyata Ini Sebabnya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga kampung Kauman Yogyakarta beberapa hari terakhir resah dengan rencana pembangunan minimarket modern diwilayahnya. Protes warga berujung dengan pemasangan spanduk disepanjang jalan kauman berisi seruan penolakan minimarket.

Ketua RW 12 Kampung Kauman, Budi Setiawan, saat dikonfirmasi harianmerapi.com, Jumat (27/12) mengatakan warga mengetahui akan adanya minimarket waralaba itu setelah bertanya ke pekerja yang memperbaiki bagian depan toko.

“Warga menolak karena di situ banyak warung kecil yang nantinya pasti susah bersaing dengan minimarket. Lalu warga bikin surat penolakan ke yang bersangkutan (pengusaha). Beberapa bulan lalu saat pengusaha ke rumah saya membawa surat permohonan izin usaha, yang bersangkutan menyatakan pembaharuan usaha. Saya tanya lagi, oh usaha gitar, dia bilang iya. Terus saya tanda tangani, lalu RT juga tanda tangan,” paparnya.

Pihaknya lalu ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta untuk mengecek izin usah calon minimarket di Jalan Kauman itu. Ternyata belum memilik izin usaha toko swalayan. Kalau sudah mengurus izin secara online di online single submite (OSS), lanjutnya, pengusaha harus berkomunikasi dengn warga. Saat ada upaya sosialisasi terkait usaha minimarket, warga tidak mau hadir karena sudah tahu dan menolak usaha itu.

“Tapi dia (pengusaha) jalan terus. Mulai memasukkan barang dan pasang papan nama. Warga semakin marah. Saya ingatkan warga agar tidak terjadi apa-apa. Lalu warga bikin tulisan spanduk penolakkan,” tambah Budi.

Budi menyebut, pengusaha lalu mendatangi dirinya dan akan memperkarakan hukum karena sebelumnya sudah menandatangani izin permohonan pengembangan usaha. Dia mempersilakan karena yang disampaikan pengusaha saat mengajukan surat permohonan pengembangan usaha tidak benar yakni pengembangan usaha gitar. Tapi kenyataannya pengembangan usaha jadi minimarket.

“Saya meminta camat dan lurah utuk memfasilitas mediasi persoalan itu dengan warga. Hari Rabu (25/12) sudah dilakukan pertemuan semua pihak, tapi tidak ada titik temu. Kemarin sore camat mengontak saya, yang bersangkutan mau mundur dan akan menurunkan papan nama. Rencana Senin nanti akan ada pertemuan untuk kesepakatan,” terangnya. (Tri)

 

BERITA REKOMENDASI