Status Pengantin Baru di KTP Kini Langsung Menikah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Kecamatan Gondomanan berupaya mempermudah layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi warganya. Salah satunya melalui program ‘Komanan 4 Manten Anyar’ yang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Setiap pengantin baru, akan langsung diberikan empat dokumen kependudukan sekaligus.

Empat dokumen kependudukan tersebut ialah buku nikah, kartu nikah, kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan kartu keluarga yang sudah berganti status menikah. “Begitu pengantin itu selesai proses ijab kabul atau akad, empat dokumen itu akan langsung diserahkan di tempat prosesi,” jelas Camat Gondomanan Budi Santoso.

‘Komanan 4 Manten Anyar’ merupakan kepanjangan dari paket komplit Gondomanan berupa empat dokumen bagi pengantin baru. Layanan itu merupakan salah satu dari enam inovasi yang digulirkan untuk mempermudah pengurusan adminduk. Harapannya, pengantin baru yang sebelumnya sudah disibukkan dengan persiapan menikah, tidak perlu merasa khawatir terkait perubahan adminduk karena akan diuruskan oleh petugas.

Budi menambahkan, meski sudah diluncurkan sejak Oktober 2019 lalu namun baru ada lima pasang penganten yang memanfaatkan. Hal ini karena jumlah pengantin yang melakukan ijab kabul di wilayahnya juga tidak terlalu banyak.

“Potensi warga yang hendak melakukan pernikahan sebenarnya cukup banyak. Kami akan fasilitas mereka semua. Kader-kader di wilayah juga sudah siap,” imbuhnya.

Untuk mengakses layanan tersebut, calon pengantin cukup melaporkan ke kelurahan dan KUAsetempat. Setelah itu petugas KUAakan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Gondomanan untuk pemberkasan adminduk.

Akan tetapi, empat dokumen sekaligus itu hanya berlaku bagi warga Gondomanan yang melangsungkan akad di wilayahnya. Jika akad digelar di luar wilayah, petugas kesulitan menjangkau.

“Penganten yang menumpang nikah di Gondomanan juga akan kami layani. Tapi hanya memperoleh buku nikah,” tandasnya.

Budi menyebut, tingkat kesadaran warganya terhadap adminduk sebenarnya sudah cukup tinggi. Kepemilikan KTP elektronik, akta kelahiran maupun Kartu Identitas Anak (KIA) sudah di atas 90 persen. Namun seiring pentingnya adminduk, maka layanan tersebut harus bisa semakin mudah.

Oleh karena itu bagi warganya yang beralih status pada kolom pekerjaan maupun alamat, Budi mengaku akan memfasilitasi pencetakan kartu keluarga maupun KTP baru. Begitu pula penduduk yang sudah wajib KTP, akan dianjurkan merekam data ke kecamatan dan diberikan KTP elektronik serta buku remaja.

“Jangan sampai adminduk baru diurus ketika sedang butuh. Lebih baik ketika ada perubahan bisa diurus sehingga selalu update. Kami siap membantu,” katanya. (Dhi)

BERITA TERKAIT