Stimulus Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY terus berupaya melakukan akselerasi atau percepatan belanja pemerintah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi DIY baik pada 2021 maupun 2022 mendatang. Stimulus pertumbuhan ekonomi DIY lainnya adalah meningkatkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun sektor-sektor lainnya seperti pertanian, pariwisata dan sebagainya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono mengatakan Pemda DIY tengah menyasar pada pemberdayaan UMKM sehingga programnya diarahkan untuk membantu mendorong pengembangan UMKM di DIY seperti digitalisasi, branding maupun standarisasi agar UMKM naik kelas.

“Jangan kita bayangkan UMKM itu jadul sehingga kita dorong betul sehingga pertumbuhan ekonomi dapat didukung sektor UMKM dan sektor lainnya seperti pertanian dengan program petani milenial dan sebagainya. Selain itu, kita perlu mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 yang wajib dilakukan guna mendukung pemulihan ekonomi daerah maupun nasional,” tuturnya di Komplek Kepatihan, Selasa (13/04/2021).

Beny menjelaskan capaian pertumbuhan ekonomi di DIY mencapai -2,69 persen pada 2020 lalu yang jauh lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 6,59 persen. Perkembangan tersebut sejalan dengan perekonomian nasional yang juga mengalami kontraksi -2,02 persen pada 2020. Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sektor tumbuh negatif terutama yang berbasis pariwisata, kecuali informasi komunikasi, jasa kesehatan, jasa pendidikan, pertanian, real estate serta listrik dan gas yang tumbuh positif selama 2020.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita DIY pada 2020 sebesar Rp 35,6 juta atau turun dari 2019 yang mencapai Rp 36,7 juta. Sementara itu, struktur perekonomian DIY 2020 didominasi kategori usaha industri pengolahan dan pertanian,” ujarnya.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY ini mengungkapkan asumsi makro ekonomi nasional 2022 antara lain pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai kisaran 5,4 hingga 6,0 persen, inflasi 2,0 hingga 4,0 persen dan nilai tukar atau kurs Rp13.900 hingga Rp 15.000. Pertumbuhan ekonomi meningkat dengan tingkat inflasi dan nilai tukar yang stabil. Sementara proyeksi makro ekonomi DIY 2022 pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 5 hingga 5,4 persen, dan inflasi 2,67 hingga 2,45 persen.

“Tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama yang mulai lepas dari tekanan pandemi Covid-19 sekaligus merupakan tahun kunci pemantapan pemulihan ekonomi. Tantangan Indonesia tidak saja pemulihan ekonomi nasional, namun juga transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan dari daerah,” tandas Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Taufik Hanafi.

Taufik menambahkan sasaran pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2022 perlu lebih tinggi menjadi 5,3 hingga 5,6 persen karena memiliki potensi guna mengenjot pertumbuhan ekonomi 2022. Potensi tersebut seperti pembangunan konstruksi Jalan Tol Yogya-Solo dan Jalan Tol Yogya-Bawen yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional(PSN). (Ira)

BERITA REKOMENDASI