Stok Beras Bulog DIY Masih 40.000 Ton

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bulog Divre DIY, Kedu dan Banyumas memastikan ketersediaan stok beras mencapai 40.000 ton, yang prinsipnya sangat mencukupi kebutuhan masyarakat di DIY hingga akhir tahun 2019. Bulog juga tengah menggalakkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di wilayah kerjanya.

Kepala Bulog Divre DIY, Kedu dan Banyumas Rini Andrida mengaku sudah melakukan perencanaan dengan matang untuk menjamin ketersediaan beras. Stok beras tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dua program Bulog yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan KPSH mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2019.

"Program BPNT untuk Yogyakarta baru mau jalan September 2019 ini, tetapi secara penjualan BPNT ini sudah dilakukan dan yang sekarang ini sedang kami galakkan program KPSH. Pemerintah Pusat sudah mengingatkan itu, sehingga kita semakin aware dan koordinasi dengan instansi terkait," kata Rini di kantornya.

Diakui, beberapa serapan masih masuk ke Bulog Divre DIY, Kedu dan Banyumas meskipun memasuki musim kemarau panjang dan banyak daerah mengalami puso atau gagal panen. Beberapa daerah sentra produksi padi masih bisa diserap, terutama wilayah Banyumas. Bulog sudah mampu menyerap hampir 23.000 ton hingga saat ini dari target serapan beras sebesar 80.000 ton.

"Kita melakukan pemantauan panen di wilayah kerja Bulog Divre DIY, Kedua dan Banyumas setiap pekannya. Ada panen di DIY tetapi hanya kecil-kecil sehingga serapan dari Banyumas yang kita andalkan untuk penyerapan lebih besar," tandasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI