Stok Beras di DIY Capai 47.472 Ton

Editor: Ivan Aditya

YOGYA,KRJOGJA.com – DIY tidak perlu mendatangkan beras impor dari luar negeri sebab produksinya sangat mencukupi, bahkan tergolong surplus dalam memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idul Adha maupun selama PPKM Darurat. Ketersediaan stok setara beras dilaporkan mencapai 47.472 ton per 12 Juli 2021 dengan mengoptimalkan pengadaan setara beras dari petani lokal di DIY.

“Pengadaan gabah tidak banyak selama Juli ini, kami melakukan pengadaan hanya yang sudah ada perjanjian jual beli (PJB) saja. Karena stok kami masih sangat banyak sehingga gudang penuh. Stok setara beras kami masih 47.472 ton dan kami tengah bersiapsiap untuk pengadan panen Agustus 2021,” papar Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta, Kedu dan Banyumas Juaheni di Yogyakarta.

Juaheni mengaku tengah mengoptimalkan pengadaan setara beras dari petani lokal supaya bisa memenuhi target pengadaan sebesar 74.000 ton pada 2021. Jika pengadaan setara beras atau beras bagus dari petani lokal, tidak perlu mendatangkan beras impor ke DIY.

“Kami terus usahakan penyerapan produk petani lokal dari sentra produksi baik di Yogyakarta, Kedu dan Banyumas seoptimal mungkin tahun ini. Mudahmudahan bisa terpenuhi supaya tidak perlu mendatangkan beras impor,” tandasnya.

Bulog pun telah menerjunkan Satuan Kerja (Satker) Pengadaan Gabah atau Beras di wilayah kerja Perum Bulog Kanwil DIY. Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Kedu dan Banyumas juga wajib membeli beras/ gabah dari petani lokal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Dengan stok tersebut, kami siap memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama masa PPKM Darurat ini. Termasuk untuk kebutuhan bantuan sosial (bansos) yang berupa sembako dan sebagainya bisa direalisasikan Juli ini karena stoknya sudah ada di gudang,” tegas Juaheni.

Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Kedu dan Banyumas melaporkan stok komoditas pangan di antaranya setara beras sebanyak 37.077 ton, gula pasir 218 ton, minyak goreng 39.695 liter, daging kerbau beku 4 ton dan tepung terigu 5 ton pada 12 Juni 2021. Dengan stok komoditas pangan tersebut, dijamin stok pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idul Adha maupun PPKM Darurat sudah cukup sehingga konsumen tidak perlu khawatir.

“Sebagai Perusahaan Umum milik Negara yang bergerak di bidang pangan, kami berupaya mewujudkan 3 Pilar Ketahanan Pangan antara lain Ketersediaan, Keterjangkauan dan Stabilitas Harga. Bulog mendapat tugas dari Pemerintah untuk melakukan penyerapan gabah atau beras dalam rangka menjaga ketahanan stok beras nasional. Sehingga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat DIY dan sekitarnya tidak perlu khawatir menjelang Idul Adha maupun selama PTKM Darurat akan ketersediaan stok bahan pangan di DIY,” terang Juaheni. (Ira)

BERITA REKOMENDASI