Stok dan Distribusi Bahan Pangan di DIY Tidak Terganggu

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketersediaan pasokan maupun distribusi bahan pokok pangan dipastikan terpenuhi dan lancar selama Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIY yang diperpanjang hingga 8 Februari 2021 mendatang. Namun disisi lain, pedagang maupun penjual di DIY memang mengalami tekanan pada pendapatan atau omset penjualannya seiring pembatasan jam operasional sesuai kebijakan PTKM.

“Kebutuhan masyarakat DIY terhadap bahan pokok pangan tersedia dengan cukup stoknya selama diberlakukan PTKM. Distribusinya pun lancar, khususnya pasokan bahan pokok pangan yang didatangkan dari luar DIY,” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta, Senin (25/01/2021)

Aris mengatakan dari sisi harga meskipun masih ada beberapa komoditi bahan pokok pangan yang berfluktuasi, tetapi secara umum masih terjangkau bagi konsumen. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan harga bahan pokok pangan saat ini. Sebelumnya sempat terjadi kenaikan harga kedelai impor karena tingginya permintaan global dan mahalnya harga daging sapi yang hanya dialami kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

“Meskipun terjadi fluktuasi harga daging sapi di Jabodetabek hingga muncul aksi pedagang yang mogok berjualan, tetapi di DIY tidak terjadi. Sebab stok daging sapi di DIY sangat mencukupi kebutuhan meskipun harganya masih tinggi. Aksi protes tingginya harga daging sapi tersebut telah diatasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Aris menyampaikan terkait permasalahan kenaikan harga kedelai impor akibat naiknya permintaan global juga telah berhasil diatasi sehingga tidak menimbulkan gejolak. Meskipun kedelai bukan kebutuhan bahan pangan pokok, tetapi konsumsi masyarakat sangat tinggi. DIY sendiri stoknya untuk kedua komoditi bahan pangan tersebut dan tidak terjadi lonjakan harga yang drastis sehingga tidak memberatkan konsumen.

“Jadi dari sisi stok dan distribusi bahan pokok pangan di DIY tidak terpengaruh diberlakukan PTKM sebelumnya. Hanya terjadi penurunan omzet atau pendapatan saja akibat pembatasan operasional berjualan sehingga aktivitas berdagangnya berkurang, sehingga signifikan menekan omzet,” tandasnya.

Beberapa komoditi bahan pokok pangan masih mengalami fluktuasi pada pekan ketiga Januari 2021. Komoditi bahan pangan yang mengalami kenaikan harga dialami gula pasir yang naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 12.500/Kg sama dengan harga acuan pemerintah dan harga cabai rawit merah dari dari Rp 63.000 menjadi Rp 63.700/Kg.

Sedangkan komoditi bahan pangan yang mengalami tekanan harga terjadi pada minyak goreng tanpa merek dari Rp 13.700 menjadi Rp 13.500/liter, daging ayam broiler dari Rp 34.700 menjadi Rp 34.300/Kg dan daging ayam kampung dari Rp 75.000 menjadi Rp 73.300/Kg. Selanjutnya cabai merah keriting dari Rp 41.300 menjadi Rp 36.300/Kg, cabai merah besar dari Rp 41.700 menjadi Rp 38.700/Kg dan bawang merah dari Rp 24.000 menjadi Rp 23.700/Kg yang masih di bawah harga acuan sebesar Rp 32.000/Kg.

“Harga komoditi bahan pokok pangan lainnya relatif stabil seperti beras, tepung terigu, daging sapi, telur ayam dan bawang putih baik kating maupun sinco sa ini,” tambah Aris. (Ira)

BERITA REKOMENDASI