Stok Lokal Surplus, DIY Tidak Ajukan Permintaan Impor Beras dan Garam

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menekankan tidak mengajukan permintaan impor baik komoditi beras maupun garam yang telah digulirkan pemerintah pusat saat ini. Sebab kondisi ketersedian bahan pangan lokal di DIY dinyatakan surplus, khususnya komoditi beras yang tengah memasuki musim panen raya sehingga produksi melimpah saat ini.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto menyampaikan terkait perkembangan impor itu sepenuhnya kewenangan pusat dimana Kementerian Pertanian (Kementan) merekomendasikan perlu atau tidak impor beras dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan rekomendasi perlu atau tidaknya impor garam. Sedangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan izin impor dan menunjuk pelaku usaha yang memiliki izin importir untuk impor beras maupun garam sehingga daerah tidak terlibat secara langsung.

“Kalau dari dinas tidak mengajukan permintaan impor tersebut baik beras maupun garam selama ini. Ketersediaan beras di DIY pun setidaknya dalam kondisi surplus dari hasil panen sekarang ini. Melihat kondisi tersebut, produksi padi di DIY sendiri masih mampu guna memenuhi kebutuhan masyarakat baik mengantisipasi kebutuhan di masa pandemi Covid-19 maupun jelang bulan puasa,” jelasnya kepada KR di Yogyakarta, Rabu (24/3).

Yanto menuturkan perihal perkembangan harga bahan pokok pangan di DIY dilaporkan cukup aman dalam hal ketersediaannya maupun distribusinya lancar sampai saat ini. Adapun harga komoditas cabai rawit merah sampai masih berfluktuasi di harga cukup tinggi, namun diharapkan harga cabai mulai mengalami penurunan pada pada April 2021 mendatang.

“Harga beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi terutama cabai rawit merah di kisaran Rp 98 ribu hingga Rp 100 ribu/Kg, cabai rawit hijau Rp 50 ribu/Kg, cabai merah keriting Rp 44 ribu/Kg dan cabai merah besar Rp 40 ribu/Kg. Sementara harga komoditi bahan pangan lainnya relatif stabil seperti beras medium Rp 9.200/Kg, gula pasir Rp 12.300/Kg, tepung terigu medium Rp 9.300/Kg, minyak goreng tanpa merek Rp 14.200/liter dan sebagainya,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI