Stok Surplus, DIY Tak Ajukan Permintaan Beras dan Garam Impor

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY tidak mengajukan permintaan impor baik komoditas beras maupun garam yang telah digulirkan pemerintah pusat. Sebab kondisi ketersedian bahan pangan lokal di DIY dinyatakan surplus, khususnya beras yang tengah memasuki musim panen raya sehingga produksi melimpah saat ini.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengungkapkan, impor itu sepenuhnya kewenangan pusat di mana Kementerian Pertanian (Kementan) merekomendasikan perlu atau tidak impor beras dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan rekomendasi perlu atau tidaknya impor garam. Sedangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan izin impor dan menunjuk pelaku usaha yang memiliki izin importir untuk impor beras maupun garam sehingga daerah tidak terlibat secara langsung.

“Kalau dari dinas tidak mengajukan permintaan impor tersebut baik beras maupun garam selama ini. Ketersediaan beras di DIY pun setidaknya dalam kondisi surplus dari hasil panen sekarang ini. Melihat kondisi tersebut, produksi padi di DIY sendiri masih mampu guna memenuhi kebutuhan masyarakat baik mengantisipasi kebutuhan
di masa pandemi Covid-19 maupun jelang bulan puasa,” jelasnya di Yogyakarta, Kamis (26/3).

BERITA REKOMENDASI