Suhadi Susun Iqra Hanacaraka, Cara Cepat Belajar Aksara Jawa

YOGYA (KRJogja.com) – Terdorong karena kecintaannya pada aksara Jawa, Suhadi (44) menyusun Iqra untuk huruf Hanacaraka. Ia terinspirasi dari anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang bisa dengan mudah mempelajari dan menghafal huruf hijaiyah sejak usia dini.

Suhadi, menghabiskan waktu hingga empat tahun dalam menyusun lima jilid Iqra Hanacaraka yang berhasil diterbitkan secara independen pada tahun 2016 ini. “Yang membuat lama penyusunannya, itu karena menunggu penyempurnaan ejaan,” terang Suhadi kepada KRJogja.com saat ditemui di akhir acara diskusi tentang aksara Jawa pada Kamis (1/9/2016).

Suhadi sengaja membaginya hingga lima jilid agar pembaca bisa belajar secara bertahap. Mulai dari pengenalan huruf per huruf pada jilid pertama, kata dan frasa pada jilid kedua dan ketiga, hingga kalimat pada jilid keempat dan kelima. Untuk yang awam, Suhadi berpesan untuk belajar dengan perlahan.

“Pelan-pelan, dua huruf perhari, lama-lama bisa ingat,” terangnya saat menjelaskan cara kerja Iqra Hanacaraka susunanya tersebut. Kecintaannya pada aksara Jawa juga membuat Suhadi aktif menjadi admin komunitas Sinau Nulis Jawa di facebook. 

Sejauh ini, Iqra Hanacaraka susunan Suhadi telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ini memang salah satu langkah Suhadi yang sangat ingin mengembangkan aksara Jawa di masa depan. “Animo masyarakat terhadap aksara Jawa cukup bagus,” ungkap Suhadi. Ini pun terbukti dengan jumlah anggota komunitas Sinau Nulis Jawa yang mencapai 12.957 orang.

Pada cetakan pertama di tahun ini, Suhadi hanya mencetak 80 paket Iqra Hanacaraka. Harganya pun sangat terjangkau: hanya Rp 5.000,00 per jilid. Artinya, satu paket berisi lima jilid hanya ia bandrol Rp 25.000,00. Untuk mendapatkannya pun tidak sulit karena Suhadi juga menerima pembelian via online melalui akun facebook Iqra Hanacaraka dan website http://iqrahanacaraka.com/.

Selain itu, bisa juga dengan langsung mendatangi stand penjualan di Festifal Kesenian Yogyakarta (FKY) di Taman Budaya pada pukul 15.00—21.00, hingga 5 September 2016. (MG-02)

 

BERITA REKOMENDASI