Suhu Dingin di DIY Dirasakan Sampai Oktober, Begini Penjelasan BMKG

YOGYA, KRJOGJA.com – Suhu udara di DIY dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin, terutama saat malam menjelang pagi hari. Hasil pantauan BMKG Stasiun Klimatologi Sleman menyebutkan, suhu minimum saat malam hingga pagi hari mencapai 18-20 derajat Celsius (cukup dingin). Meski begitu, masyarakat diminta tidak perlu terlalu khawatir, karena suhu dingin pada malam hari itu masih dalam batas normal.

Suhu dingin seperti ini diprediksikan sampai bulan Agustus. Sedangkan siang hari suhu maksimum di DIY mencapai 30-32 derajat Celsius. Suhu dingin dan kering yang dirasakan saat ini merupakan
dampak dari bertiupnya angin yang berasal dari intrusi angin Australia. Dimana saat ini di Benua Australia sedang memasuki musim dingin.

“Intrusi angin dingin yang berasal dari Australia ini, berdampak pada temperatur yang terasa dingin terutama di wilayah bagian Selatan Indonesia termasuk DIY,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum MSi, Senin (27/7).

Menurut Etik, intrusi angin dingin Australia bersifat kering (kandungan uap air sangat rendah), sehingga pertumbuhan awan juga sangat kecil terjadi. Dengan kurangnya pembentukan awan berdampak pula pada radiasi balik bumi ke atmosfer dengan cepat keluar, sehingga temperatur di bumi menjadi cepat dingin. Ditambah Pergerakan angin Monsoon Australia memberikan dampak berupa musim kemarau di wilayah tersebut. Suhu dingin dan kering bakal dirasakan masyarakat Yogya selama musim kemarau berlangsung.

BERITA REKOMENDASI