Suhu Dingin di Yogya Diprediksi Sampai Agustus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Suhu udara di DIY yang terasa dingin dalam beberapa hari terakhir masih dalam kategori wajar. Hal itu terjadi karena adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia yang dikenal dengan Monsoon Dingin Australia. Kondisi itu menjadikan suhu minimum terendah di sebagian wilayah DIY mencapai 18 derajat Celcius.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir, suhu udara di DIY terasa lebih dingin dibanding hari biasanya. Ada tiga faktor yang menyebabkan wilayah DIY dan sekitarnya suhunya lebih dingin dari biasanya. Selain pergerakan massa udara dari Australia juga dikarenakan tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Sehingga langsung terbuang dan hilang ke angkasa. Sedangkan ketiga adalah kandungan air di dalam tanah yang menipis. Kondisi itu membuat kandungan uap air di udara turut rendah yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara,” papar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas di Yogyakarta.

Reni mengatakan, suhu dingin yang terjadi di DIY diprediksikan akan berlangsung sampai dengan Agustus mendatang. Mengingat pada bulan tersebut merupakan puncak dari musim kemarau.

Berdasarkan data yang ada di BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, suhu terendah mencapai 18,7 derajat celcius itu sendiri terjadi pada 26 Juli 2022 dengan kelembaban udara terukur 45 persen. Dilihat dari angka tersebut, belum melebihi suhu minimum udara pada 5 Agustus 2018 silam di angka 17 derajat Celcius.

Kendati demikian BMKG mengimbau masyarakat senantiasa menjaga stamina dalam kondisi udara dingin seperti sekarang. (Ria)

BERITA REKOMENDASI