Suhu Panas Landa DIY, Ternyata Ini Sebabnya

YOGYA, KRJOGJA.com – Suhu udara yang terasa cukup panas (gerah) dalam beberapa hari terakhir, masih masuk dalam kategori wajar. Karena udara yang terasa gerah itu dikarenakan adanya kandungan uap air (RH) yang cukup besar di udara. Akibat dari adanya kondisi itu menyebabkan proses penguapan hingga pembentukan awan . 

"Dengan adanya tutupan awan itu, mengakibatkan radiasi balik bumi, sementara yang ke atmosfer tertahan oleh awan. Sehingga tidak bisa keluar bebas ke angkasa, tetapi dipantulkan kembali ke bumi. Akibatnya suhu udara di bumi terasa lebih gerah," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum MSi di Yogyakarta, Senin (2/12).

BACA JUGA :

Hujan Es dan Angin Kencang Sapu Temanggung

Hawa Panas di Yogya Tak Terkait Aktivitas Merapi

Etik mengungkapkan, berdasarkan data yang ada di Stasiun Klimatologi Yogyakarta, suhu udara rata-rata dalam beberapa hari terakhir, suhu minimum di malam hingga pagi hari berkisar 23-24 derajat Celcius.

Sedangkan untuk siang hari suhu maksimum mencapai 31 derajat Celcius sampai 32 derajat Celcius. "Kalau dilihat dari hasil pantauan curah hujan hingga dasarian 3 bulan November. Hujan di wilayah Yogyakarta umumnya hujan yang terjadi masih spot-spot tertentu (belum merata). Hujan paling banyak terjadi di wilayah Sleman dan Kulonprogo khususnya bagian utara hingga tengah," terang Etik.

Lebih lanjut Etik menambahkan, apabila dilihat dari hasil pemantauan yang ada di BMKG Stasiun Klimatologi Mlati intensitas curah hujan didasarian 3 November sudah diatas 50 mm/dasarian. Diprediksi curah hujan tersebut sedikit demi sedikit akan mulai meningkat di bulan Desember 2019.

Bila dilihat dari kondisi iklim, maka curah hujan hingga akhir November masih masuk kategori rendah sampai menengah. Apabila dibandingkan dengan kondisi normalnya, maka musim hujan tahun ini mengalami kemunduran hingga 2 sampai 3 dasarian.

"Menyikapi kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya peningkatan intensitas hujan. Khususnya hujan dalam kategori sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat diminta memangkas cabang-cabang pohon yang sudah tua agar tidak roboh terkena angin," tambahnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI