Suhu Permukaan Laut Masih Hangat, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Stasiun Klimatologi Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sampai beberapa hari ke depan meski Topan Savannah mulai menjauh. Hal itu dikarenakan suhu permukaan laut di wilayah Jawa masih cukup hangat, sehingga bisa memunculkan 'low preasure area' atau daerah tekanan rendah di Pesisir Laut Selatan. 

Dampak cuaca ekstrem tersebut bisa memicu terjadinya peningkatan intensitas hujan. Meskipun tidak seekstrem saat Topan Savannah, potensi hujan tetap harus diwaspadai sebagai antisipasi banjir susulan.

Kabupaten Bantul sendiri menjadi wilayah terdampak terparah bencana banjir dan longsor di DIY, Minggu (17/3). Hal ini bisa dilihat dari banyaknya wilayah serta korban terdampak. "Bantul paling parah, indikatornya paling banyak kecamatan yang terdampak dan korbannya juga paling banyak," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana di Pusdalops BPBD DIY, Senin (18/3).

Wilayah terdampak di Kabupaten Bantul, ungkap Biwara, meliputi 14 kecamatan, 35 desa, dengan rincian 26 desa tersebar di 10 kecamatan terdampak banjir dan 9 desa di 4 kecamatan terdampak longsor. Di Kabupaten Bantul tercatat sebanyak 4.427 warga terdampak yang tersebar di 17 titik evakuasi dengan dua korban meninggal dunia, yakni Sudiatmojo (80) warga Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri dan Painem (70) warga Karangtengah, Kecamatan Imogiri. Selain itu ada tiga orang korban lagi di Desa Wukirsari, Imogiri yang tertimbun longsor dan masih dalam proses pencarian. (KR)

BERITA REKOMENDASI