Sukamta : Daripada Rp 72 Miliar untuk Influencer, Lebih Baik Anggaran Kesehatan Ditingkatkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta mengkritik opsi pemerintah melalui Kementrian Pariwisata mengalokasikan dana Rp 72 miliar untuk promosi wisata Indonesia salah satunya melalui influencer internasional. DPR melihat saat ini justru terpenting untuk mendorong anggaran Kementrian Kesehatan demi mencegah substansi lebih berbahaya bagi masyarakat yakni penyebaran virus Corona COVID-19.

Sukamta mengungkap, anggaran Rp 72 miliar untuk kepentingan promosi di tengah isu Corona kurang tepat. Menurut dia, hal ini jomplang lantaran untuk menuntaskan Corona, pemerintah hanya menganggarkan Rp 30 miliar untun Kementrian Kesehatan.

“Sampai saat ini anggarannya belum berubah masih Rp 30 miliar untuk penanganan Corona. Padahal menurut data jurnal Center Of Applied Macro Economic Analysis Australia National University, terkait COVID-19 ini bisa membunuh 15 juta jiwa dan kerugian besar sekali setara Rp 4000 trilyun (2,4 trilyun Dollar AS). Semetara pemerintah kita justru mengurus promosi wisata dengan anggaran Rp 72 miliar,” ungkap Sukamta di sela acara Businness Gathering BPJE DIY, Minggu (8/3/2020).

Sukamta menilai, saat ini pemerintah seharusnya mendorong terlebih dahulu sisi kesehatan dan keamanan masyarakat dari ancaman virus yang berasal dari Wuhan Cina tersebut. “Harapannya setelah pengumuman dari Kemenkes semoga 72 miliar dihilangkan dan dana Kemenkes yang saat ini masih 30 miliar, harapannya pemerintah gunakan dana cadangan dan Kementrian Keuangan punya dana itu. Silahkan digunakan dana cadangan itu,” tandas Sukamta.

BACA JUGA :

Waspada Korona, KAI Jamin Kesehatan Penumpang Kereta

Sekolah Proaktif Antisipasi Cegah Korona

Hal ini menurut Sukamta secara tak langsung akan membuat dunia percaya Indonesia merupakan negara aman. “Justru pemerintah harus lebih aware membuat langkah serius bukan hanya untuk investasi tapi juga penanggulangannya. Kalau ada wabah serius maka otomatis turis tak mau datang dampaknya pada ekonomi dan investasi juga pertumbuhan ekonomi,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA TERKAIT