Sukamta Menilai Pemanfaatan Internet Belum Optimal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat literasi di Indonesia tergolong rendah. Survei Proogramme for International Student Assessment (PISA) 2018 lalu menempatka Indonesia pada peringkat 71 dari 79 negara dunia terkait kemampuan tingkat kiterasi masyarakatnya.

Ada berbagai faktor yang membuat literasi di tanah air itu rendah, salah satunya yakni kurangnya penekanan pada keterampilan berpikir kritis sejak usia dini pada literasi digital. Pengenalah literasi digital harus dilakukan guna mengejar ketertinggalan itu dan menjadikan generasi bangsa ini jadi melek literasi.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dr H Sukamta mengungkapkan rendahnya kemampuan literasi digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan literasi baca tulis. Kemampuan itu meliputi kemampuan membaca, menulis, mencari, menganalisis, mengolah dan membagikan teks tertulis.

“Rendahnya literasi digital indonesia juga karena kurangnya penekanan pada keterampilan berpikir kritis sejak usia dini pada literasi digital. Ini hal yang perlu diasah sejak dari pendidikan dasar,” kata Sukamta dalam webinar bertajuk ‘Meningkatkan Literasi Digital dalam Upaya Membangun Daya Saing Bangsa’ yang digelar Kominfo bekerjasama dengan DPR RI Rabu (22/09/2021) kemarin.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, pemanfaatan internet belum optimal untuk menunjang produktivitas. Internet oleh masyarakat kita masih dimanfaatkan sebatas untuk bersosial media, mengakses informasi bahkan sekedar hiburan.

Menurutnya membudayakan literasi digital itu harus dilakukan. Bahkan menurutnya literasi digital bisa dimasukan dalan kurikulum pendidikan dasar agar pelajarmampu bersikap kritis dan argumentatif.

“Para guru juga harus dibekali dengan kemampuan literasi digital, sehingga apa yang disampaikan kepada para siswa tersebut guru telah memahaminya terlebih dahulu. Regulasi dalam pemanfaatan dan keamanan digital juga wajib ditingkatkan,” kata Sukamta.

Ia menyoroti pula Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 3/2016 tentang implementasi pembelajaran Teknologi Informasi Komunikasi juga lebih berfokus pada kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan perangkat teknologi daripada kemampuan menganalisis dan memproses informasi yang didapat secara daring.

Data dari BPS tahun 2020 menunjukkan persentase rumah tangga yang dapat mengakses internet tertinggi selama ini masih didominasi di pulau Jawa. Sedangkan angka terendah berada di wilayah Indonesia timur.

Menurut sukamta permasalahan ini juga harus dilakukan percepatan agar seluruh wilayah di tanah air dapat mengakses internet. Kerjasama pemerintah dengan penyedia layanan harus ditingkatkan supaya tak ada daerah yang menjadi ‘blank spot’. (*)

BERITA REKOMENDASI