Sultan Ingatkan Keluarga Tidak Berkerumun Saat Lebaran

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengingatkan masyarakat untuk tidak berkerumun di momentum Lebaran mendatang. Jumlah kasus positif Covid-19 DIY sampai saat ini masih fluktuatif di mana penularan besar terjadi pada tataran keluarga dan tetangga.

Kepada wartawan di DPRD DIY, Sultan mengatakan mudik lokal tetap boleh dilakukan oleh warga. Namun, Sultan mewanti-wanti warga tidak berkerumun meski itu dalam lingkup keluarga atau tetangga.

“Yang penting jangan ada kerumunan, itu saja. Meski hanya keluarga ya tetap hati-hati, tetap pakai masker. Sekarang problemnya itu kan penularan terjadi di keluarga dan tetangga. Mudik lokal silahkan, tapi jangan berkerumun,” ungkap Sultan.

Larangan berkerumun menurut Sultan juga berlaku untuk ruang-ruang publik seperti pusat perbelanjaan, pasar dan juga hotel atau restoran. Sultan meminta tiap asosiasi untuk memastikan tidak adanya kerumunan dan penularan yang berdampak pada zonasi Covid.

“Di mall ada organisasinya, bisa buat SOP termasuk PHRI dan Asita juga punya. Asal kita mau, maka yang buat SOP itu bisa menertibkan anggotanya sendiri. Mereka buka ada SOPnya dijalankan, yasudah mereka bertanggungjawab atas itu. Kalau terjadi kerumunan ya dibubarkan. Kalau di mall ya tanggung jawab manajemen, lalau banyak orang yang distop dulu jangan boleh masuk. Tapi kalau sampai kena merah ya ditutup, langsung karena mereka yang sepakat,” tegas Sultan.

Sementara terkait penyelenggaraan Sholat Ied, Pemda DIY mengikuti arahan pemerintah pusat yang menghimbau masyarakat melaksanakan dari kediaman masing-masing. “Sebenarnya terserah namun kalau maunya pemerintah pusat ya dari rumah masing-masing. Intinya terpenting tidak ada kerumunan,” pungkas Sultan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI