Sultan Ingatkan Warga Pendatang Tak Gunakan Budaya Kekerasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Peristiwa kekerasan yang terjadi di kawasan Babarsari Caturtunggal Depok Sleman beberapa hari ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pun meminta kepolisian untuk menindak tegas para pelaku yang melakukan aksi kekerasan tersebut.

Sultan meminta Polda DIY untuk tegas menindak para pelanggar. Pasalnya apabila tidak ditindak, maka tidak ada rasa takut melakukan hal serupa ke depannya.

“Yasudah tindak saja mereka yang melanggar pidana. Tegakkan hukum karena sudah terjadi pelanggaran. Masyarakat kita tidak mengenal budaya kekerasan fisik seperti itu. Kalau tidak ditindak, ya tidak akan ada efek jera,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (05/07/2022).

Sultan yang sudah melakukan dialog sejak 4 tahun silam pada para warga pendatang pun meminta seluruh pendatang di Jogja untuj menjunjung budaya setempat. Terkait persoalan nada bicara tinggi yang menjadi kebiasaan warga Indonesia Timur, Sultan menegaskan hal tersebut bukan menjadi persoalan karena yang terpenting adalah tidak melakukan kekerasan fisik.

“Kalau mereka masih mau tinggal di Jogja, ada yang mahasiswa juga. Karena empat tahun lalu mereka juga berkelahi dan saya parani, tidak hanya dari Papua dan NTT tapi dari Ambon dan Sulawesi Selatan. Empat tahun lalu sering berkelahi karena di sana kan banyak kampus, ya jangan kekerasan fisik, dialog. Sesuaikan di mana mereka berada ya menyesuaikan, bukan memakai budaya kekerasan. Harus menyesuaikan di mana dia tinggal. Di masyarakat ya bisa rukun, mereka juga harusnya bisa. Mengedepankan dialog tapi bukan dengan kekerasan fisik,” tegas Sultan.

Meski tidak menghendaki warga pendatang dipulangkan ke daerah asal, Sultan pun meminta pada Polda DIY untuk menindak tegas para pelaku. Apalagi sudah ada korban akibat situasi tidak baik yang terjadi di kawasan Babarsari.

“Ya ditindak tegas saja, sudah ada korbannya mosok tidak bisa ditindak. Wong klithih saja kita tindak kok. Untuk menegakkan hukum jangan pilih-pilih, itu. (Terkait pelanggaran pidana sejauh apa) itu yang bisa mengukur polisi, terpenting adalah tindakan tegas,” pungkas Sultan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI