Sultan: Masyarakat DIY Suka Daging Sapi Segar

YOGYA (KRjogja.com) – Rencana pemerintah  untuk melakukan impor daging kerbau dari India direspon positif oleh sejumlah kalangan. Respon positif itu muncul,  karena mereka menilai dengan impor daging kerbau bisa menekan harga daging sapi di pasaran. Selain itu harga daging kerbau yang cenderung lebih murah diharapkan bisa membuat eksportir daging negara lain ikut menurunkan harga. Meski sejumlah pihak memberikan respon positif, namun Pemda DIY tidak tertarik untuk meminta alokasi daging kerbau dari India.

"Kalau untuk soal daging kerbau yang diimpor dari India, saya kira DIY belum membutuhkan. Jadi belum ada rencana untuk meminta alokasi daging kerbaua. Terlebih untuk wilayah DIY permintaan masyarakat akan daging kerbau relatif sedikit," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Hotel Sahid, Senin (8/8/2016).

Sultan mengatakan selama ini masyarakat DIY lebih banyak mengkonsumsi daging sapi dibandingkan dengan daging kerbau. Jadi dirinya optimis, kebutuhan masyarakat untuk daging kerbau masih bisa dipenuhi dengan stok yang sudah ada. Sehingga Pemda DIY belum ada rencana untuk mengambil daging kerbau impor dari India.

Kemungkinan daging kerbau lebih banyak dibutuhkan oleh daerah-daerah lain yang masyarakatnya lebih banyak mengkonsumsi daging kerbau.

"Kecenderungan masyarakat DIY selama ini lebih banyak mengkonsumsi daging sapi dibandingkan kerbau. Memang harga daging sapi di pasaran sempat naik turun, namun kami optimis semua itu bisa diatasi, tanpa perlu meminta alokasi daging kerbau impor dari India," terang Sultan. (Ria/R4)

 

BERITA REKOMENDASI