Sultan Minta BI Buat Kebijakan Khusus

YOGYA (KRjogja.com) – Penggunaan uang non tunai atau uang elektronik (e-money) dinilai masih terlalu minim di DIY sehinggaa Bank Indonesia (BI) menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun perbankan lainnya aktif dan berpartisipasi dalam gerakan pembayaran uang non tunai.

Kepala Perwakilan BI DIY, Arief Budi Santosa mengungkapkaan penggunaan e-money di DIY masih tergolong minim. Perlu diketahui penggunaan uang tunai atau pencetakan uang sebetulnya lebih mahal ketimbang penggunaan uang non tunai. Meskipun belum diketahui capaiannya, namun penggunaan e-money seharusnya mengalami peningkatan di DIY.

"Tentunya ada peningkatan penggunaan e-money, tetapi saya tidak bisa merincinya karena semua data terpusat," ujar Arief usai peluncuran Gerakan Cinta Istimewa Cinta Produk Indonesia di Alun-alun Utara, Minggu (21/08/2016).

[baca juga : Bank Mandiri Gencarkan Penggunaan E-Money]

Arief menyampaikan masih kurangnya penggunaan e-money di DIY disebabkan  minimnya Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi. Selain itu, yang masih menghambat bagi masyarakat yang telah memiliki kartu e-money selalu kesulitan untuk melakukan pengisian ulang atau top up uang elektronik. BI meminta kepada kalangan perbankan untuk memperbanyak alat transaksi tersebut di samping juga masyarakat yang memiliki usaha agar menyediakannya.

"Sebenarnya dengan menyediakan alat ini berbagai kelebihan bisa mereka dapatkan. Mulai dari keamanan, kepraktisan dari transaksi ini dapat mengefisiensikan pengeluaran masing-masing pengusaha," kata Arief.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakuo penggunaan e-money yang masih minim tersebut di DIY. Contohnya meskipun memiliki alat lengkap EDC tetapi transaksi e-money Transjogja sangat minim atau baru sekitar 5 persen dari keseluruhan pembayaran moda transportasi ini. Untuk itu, perlu gerakan masif untuk meningkatkan transaksi e-money di DIY.

"Kami berharap ada kebijakan yang memungkinkan peningkatan transaksi non tunai. Saya meminta kepada BI selaku regulator untuk membuat kebijakan yang membuat pemilik kartu e-money melaksanakan pembayaran ataupun transaksi dengan memanfaatkan uang non tunai tersebut," ungkap Sultan HB X. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI