Sultan Minta Penjarakan Pelaku ‘Nglithih’

YOGYA (KR)- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan agar polisi menindak tegas tindakan kekerasan dan kriminalitas yang dilakukan anak muda di jalan atau nglithih. Kejadian yang belakangan ini semakin banyak memakan korban dan kejadian yang membuat miris dan mengkhawatirkan terutama bagi orang tua yang punya anak remaja seumuran anak SMP dan SMA yang sering keluar malam.

"Saya lebih cenderung penegak hukum melakukan tindakan yang tegas menghadapi fenomena nglithih di DIY karena bukan lagi kenakalan remaja tetapi tindakan melanggar hukum. Hanya penegakan hukum merupakan satu-satunya cara untuk mengurangi pelanggaran pidana, termasuk yang dilakukan anakanak muda seperti nglithih ini," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Selasa (13/12).

Sultan HB X menyampaikan, pemberlakuan jam malam bagi anak-anak muda di DIY dinilai sudah tidak efektif lagi. Mengingat meskipun diberlakukan jam malam di DIY bagi anak-anak muda apabila penindakan hukumnya tidak jelas akan percuma.

"Hanya bagaimana untuk memberikan efek jera agar ditindak lebih jauh, tidak hanya sekedar diserahkan kembali kepada orang tua. Untuk itu, para pelaku sebaiknya disel (dimasukkan penjara-red) saja sebagai wujud efek jera bagi pelaku maupun contoh nyata bagi anak muda supaya tidak terjerumus tindakan pidana yang berakhir di balik tirai besi,” ungkap Raja Kraton Yogyakarta tersebut.

Komentar serupa diungkapkan oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam X. Menurut Wagub DIY, adanya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar menimbulkan keprihatinan dari sejumlah pihak. Untuk mengatasi persoalan itu orangtua sebagai bagian dari keluarga terdekat memiliki peran yang cukup strategis.  Salah satu caranya dengan proaktif dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Terpisah, Praktisi Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta Halili H, menilai, kasus nglitih merupakan cerminan kegagalan dari pelaksanaan tri pusat pendidikan, yang melibatkan pendidikan sekolah, masyarakat dan keluarga dalam hal menanamkan pendidikan nilai non kekerasan. (*/KR)

BERITA REKOMENDASI