Sultan-Paku Alam Dilantik 16 Oktober 2017

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur dan Wakil Gubernur DIY diputuskan menjalani pelantikan bersaman dengan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 16 Oktober 2017 mendatang. Padahal, masa jabatan Sultan-Paku Alam berakhir 10 Oktober 2017 yang membuat terjadinya kekosongan pemerintahan selama 6 hari.

Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto kepada wartawan Jumat (6/10/2017) mengatakan Pemda DIY harus melakukan upaya mengisi kekosongan jabatan kepala pemerintahan untuk enam hari. Menurut dia, paling tepat Pemda DIY mengangkat pelaksana tugas (Plt) karena dalam dalam Undang-Undang Keistimewaan tertuang dengan jelas masa jabatan gubernur-wakil gubernur DIY 5 tahun sehingga tidak ada perpanjangan.

“Tidak tepat kalau jabatan gubernur-wagub diperpanjang meski hanya enam hari karena tidak ada istilah diperpanjang dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2012. Dalam undang-undang tersebut menjelaskan dengan tegas masa jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY 5 tahun, titik,” ungkapnya.

Diakui Inung, DIY pernah mengalami situasi serupa pada tahun 2012 meski hanya dalam waktu 9 jam. “Saat itu diangkat pelaksana harian yaitu Sekda DIY meski hanya 9 jam, tugasnya hanya sebatas menjalankan tugas gubernur sehari-hari tanpa bisa mengambil kebijakan strategis karena 6 hari waktu yang lumayan lama,” sambung Inung.

Sebelumnya, Sekda DIY Gatot Saptadi mengungkap apabila pelantikan gubernur-wakil gubernur DIY 16 Oktober 2017 maka masa jabatan harus diperpanjang. “Jabatan beliau akan diperpanjang sampai pelantikan agar roda pemerintahan tetap berjalan, namun memang belum menerima surat Kemendagri secara resmi,” ungkap Gatot. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI