Sultan Ungkap Ongkos Mudik Bakal Dinaikkan Dua Kali Lipat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkap rencana pemerintah pusat untuk mengatur arus mudik pada masa pandemi Corona (Covid-19). Kenaikan tiket dua kali lipat hingga pengaturan jumlah penumpang dalam mobil akan diterapkan untuk mengurangi perpindahan masyarakat ke daerah yang justru berpotensi menyebarkan Corona.

Di DIY sendiri saat ini tercatat sudah ada 2.225 orang dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 225 orang yang sebagian dirawat, sebagian lagi menjalani karantina mandiri.

Sampai saat ini menurut Sultan belum ada keputusan pemerintah pusat terkait larangan mudik. Namun ada beberapa hal yang akan diterapkan untuk menekan laju mudik diantaranya menaikkan tiket kendaraan umum seperti pesawat, kereta api dan bus hingga dua kali lipat.

“Bahwa transportasi yang disediakan pemerintah baik kereta api, bus, penerbangan dan sebagainya itu harus memenuhi sesuai jarak. Mungkin kalau bus ya jaraknya antar penumpang biasanya 40 sekarang 20. Ya kalau mudik ya harganya 2 kali lipat. Kalau regane larang kan bedho. Pesawat juga begitu. Tapi mekanisme seperti apa ya itu Kementrian Perhubungan. Tiket bisa dua kali lipat lebih mahal,” ungkap Sulta, Kamis (02/04/2020).

Tak kalah penting, pemudik yang nantinya juga tetap akan kembali ke daerah asal termasuk DIY harus menaati aturan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Apabila pemudik menggunakan kendaraan pribadi, harus pula diatur jumlah maksimal dalam kendaraan.

“Ini alasan yang mungkin masuk ke keputusan presiden meski tak menunjuk pemudik boleh atau tidak. Publik agar tahu, pemudik juga tahu kalau mau pulang harganya mahal,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI