Suplai Listrik Jateng DIY Surplus 14 Persen

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – PLN menjamin kebutuhan listrik di Jawa Tengah dan DIY, terpenuhi. Bahkan dengan pembangkit-pembangkit listrik yang dimiliki, tahun ini, suplai listrik untuk dua daerah tersebut surplus 14 persen.

"Untuk malam hari, PLN masih punya kelebihan sekitar 857.000 kilowatt," terang General Manager PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Dwi Kusnanto dalam diskusi bertema 'Listrik untuk Negeri' di Perpustakaan UGM, Jumat (23/9).

PLN pun siap memenuhi permintaan suplai listrik jika ada pembangunan industri atau hotel baru. "Silakan Pemda kalau ingin tambahan pasokan listrik untuk pengembangan daerahnya, kami siap menyuplai," katanya. Selain itu, PLN juga terus meningkatkan pelayanan dalam hal sambungan langsung listrik ke masyarakat. Jika sudah ada jaringan, sambungan langsung listrik tegangan rendah akan terpasang kurang dari 5 hari. Sedangkan untuk tegangan 20.000 volt, pemasangan tidak lebih dari 25 hari.

Dwi mengakui, meskipun suplai listrik mengalami surplus, namun masih ada wilayah di Jawa Tengah dan DIY yang belum teraliri listrik, disebabkan belum ada jaringan. Setiap tahun PLN menganggarkan Rp 50 miliar untuk pembangunan jaringan listrik ke pelosok daerah. "Kami akan terus berupaya agar seluruh masyarakat bisa menikmati listrik," katanya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (IUP) Jawa Bagian Tengah II Amihwanuddin mengatakan, permasalahan terbesar dalam proyek pembangunan infrastruktur listrik adalah masalah sosial, terutama pembebasan tanah. Tak jarang masalah sosial ini berlarut-larut, sehingga proyek terhenti. "Kalau masalah sosial bisa diselesaikan, berarti progres proyek tersebut telah mencapai 70 persen. Sisanya hanya masalah teknis saja, yang itu telah kami kuasai," katanya. (Dev)

Dwi Kusnanto. Foto. Devid Permana

BERITA REKOMENDASI