Suporter PSIM Minta ke Liga 1, Begini Tanggapan Ketua Umum

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebelum peristiwa kerusuhan di Stadion Sultan Agung (SSA) saat laga Piala Indonesia melawan PS Tira beberapa waktu lalu, suporter PSIM sebenarnya berniat melakukan walk out dari stadion sebagai bentuk protes pada manajemen. Tuntutan tersebut sedianya disuarakan sebagai wujud kekecewaan tak kunjung berprestasinya Laskar Mataram setelah terakhir menjuarai Divisi 1 (setara Liga 2) tahun 2005 lalu. 

Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru pun akhirnya bersedia angkat bicara terkait aksi protes suporter yang sebenarnya urung terlaksana akibat insiden kerusuhan. Agung menilai keinginan suporter agar tim kesayangannya promosi merupakan hal yang sangat wajar. 

“Wajar, kalau suporter meminta prestasi PSIM lebih baik, itu hal yang wajar. Asalkan, suporter juga bisa ikut tanggung jawab dalam artian, suporter harus mampu menciptakan situasi kondusif di setiap pertandingan,” ungkap Agung ketika berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu. 

Ekosistem tim yang baik mulai dari manajemen, skuad dan suporter menjadi hal yang wajib diwujudkan agar PSIM mampu berprestasi dan promosi ke Liga 1. “Komunikasi dengan semua pihak ini yang akan terus kami lakukan kedepan,” sambungnya. 

PSIM sendiri saat ini memilih untuk membubarkan tim setelah kalah di Piala Indonesia. Skuad PSIM akan kembali dibentuk tahun depan usai adanya kepastian kapan kompetisi diputar yang kemungkinan akan menunggu selesainya kontestasi pemilihan umum 2019. 

“Kami tunggu rekomendasi pelatih dulu, siapa pemain yang dipertahankan untuk musim depan. Setelah itu kami berusaha persiapan secepat mungkin, tapi tetap menunggu kepastian jadwal kompetisi terlebih dahulu,” tandas pria yang juga mantan presiden Brajamusti ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI