Survei UGM Soal New Normal, Belum Bisa Dianggap Mewakili Seluruh Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Survei yang dilakukan Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) UGM terkait New Normal dianggap belum bisa mewakili seluruh masyarat DIY. Survei yang dilakukan secara online tersebut dinilai hanya menjangkau kelompok tertentu saja yang sudah melek akan teknologi dan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian survey tersebut patut diapresiasi dan dijadikan pertimbangan untuk mengambil kebijakan.

”Artinya yang mengisi kuesioner adalah mereka yang sudah melek teknologi atau sudah akrab dengan dunia online sementara belum terwakili warga yang berekerumun di pasar,” kata Guru Besar Bidang Kebijakan Publik dan Kependudukan UGM Prof Dr Muhadjir Darwin.

Sebelumnya, Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) UGM melakukan survei daring persepsi masyarakat DIY terkait pencegahan penularan Covid-19, 26-28 Mei 2020 ini. Diketahui mayoritas responden (60 persen) dari total 492 orang setuju keputusan penerapan new normal di DIY.

Anggota tim survei, Satria Aji Imawan mengatakan 60 persen responden dari lima kabupaten/kota DIY setuju penerapan skema new normal. Adanya persyaratan penerapan protokol kesehatan sebagai ikutan dari skema new normal pun diterima oleh responden.

BERITA REKOMENDASI