Syarat Poligami Muncul di Sosial Media, Apa Kata Masyarakat?

YOGYA (KRjogja.com) – Syarat poligami yang ada di Pengadilan Agama ramai diposting di dunia maya beberapa hari terakhir. Hal tersebut turut mengundang beragam komentar dari masyarakat, ada yang setuju ada juga yang dengan tegas menolak adanya fakta hukum tersebut.

Bagi kaum perempuan, mungkin mereka yang paling vokal terkait adanya syarat-syarat poligami ini. Namun, siapa sangka pendapat justru datang beragam dari kaum hawa ini.

Tuning Dea (41) seorang perempuan pekerja di kantor pemerintahan kepada KRjogja.com Jumat (21/7/2016) malam mengaku setuju adanya publikasi persyaratan poligami dari pengadilan agama. Menurut dia, adanya fakta hukum tertulis dan jelas tersebut mencegah banyaknya kawin bawah tangan di mana kaum perempuan selama ini lebih banyak dirugikan.

"Kalau sudah diatur secara hukum dan laki-laki siap secara kesehatan dan ekonomi maka lebih baik memang ada peraturan hukumnya, syaratnya pun cukup detail ada 12 poin dan saya rasa sulit. Namun kalau memang belum bisa maka tak perlu lah poligami," terangnya.

Sementara seorang jurnalis perempuan, Kurniatul Hidayah mengaku tak terlalu ambil pusing adanya banyak tweet atau kicauan netizen terkait surat edaran syarat poligami yang beredar di masyarakat. Menurut dia, hal tersebut tak lantas membuat masyarakat seakan latah dan melakukan poligami setelah membaca persyaratan yang dicantumkan pengadilan agama.

"Menurut saya masyarakat tak akan ambil pusing karena harus dilihat kasus per kasusnya, rumah tangga kan memang masing-masing ya. Biasanya ramai di sosial media ya akan ramai saja tapi nanti akan tertutup isu lainnya, kalau mau poligami ya harus tahu betul mampu atau tidak," ungkap jurnalis berhijab ini.

Di sosial media hingga hari ini masyarakat masih terus saja membicarakan perihal poligami yang banyak terjadi di negara-negara mayoritas berpenduduk Islam. Banyak yang setuju namun tak sedikit yang mencibir adanya pria yang memilih beristri lebih dari satu. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI