Tagihan PBB Kini Bisa Dicek Melalui JSS

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Yogya kini bisa dicek melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Wajib pajak yang belum menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB dapat mengetahui tagihannya lebih awal.

“Sudah bisa dicek melalui JSS. Cukup memasukkan nomor objek pajak (NOP),” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya Wasesa.

Selain aplikasi JSS, wajib pajak juga dapat membuka laman jss.jogjakota. go.id. Kemudian memasukkan username serta password untuk login, dan memilih menu layanan umum informasi PBB. Selanjutnya tinggal memasukkan nomor objek pajak dan klik periksa. Jika nomor objek pajak yang dimasukkan sudah benar, maka akan tampil informasi mengenai tagihan PBB yang belum dibayarkan.

Wasesa berharap, layanan pengecekan tagihan PBB melalui aplikasi Jogja Smart Service tersebut akan memudahkan wajib pajak mengetahui nilai tagihan meskipun SPPT PBB belum diterima. “SPPT PBB sudah kami sampaikan ke tiap kelurahan. Harapannya maksimal Maret mendatang semua wajib pajak sudah bisa menerimanya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk loket pembayaran PBB di Kota Yogya juga semakin luas. Antara lain melalui berbagai cara seperti loket Bank BPD DIY, BNI, BRI, Bank Jogja maupun PT Pos Indonesia. Selain itu masih ada kanal lain seperti ATM BPD DIY atau mobile banking BPD DIY serta melalui aplikasi uang elektronik Gopay, Tokopedia, Link Aja, dan di loket layanan pajak daerah.

Wasesa menambahkan, tahun ini di Kota Yogya terdapat 95.782 wajib pajak PBB. Dibanding tahun lalu jumlahnya lebih banyak karena adanya penambahan kepemilikan tanah dan bangunan baru atau pecah waris.

Target perolehan PBB pun dinaikkan dari Rp 82,5 miliar pada tahun lalu menjadi Rp 86 miliar. Meski jatuh tempo pembayaran PBB pada 30 September, namun wajib pajak diimbau membayar kewajibannya lebih awal. Dirinya juga memberikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak PBB di Kota Yogya yang tetap memenuhi kewajibannya meski dihadapkan pada masa sulit akibat pandemi Covid-19. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI