Tahanan Penjara Polresta Yogyakarta Melebihi Kapasitas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sel penjara Polresta Yogyakarta sudah tak muat lagi untuk menampung tahanan. Dari kapasitas penjara yang hanya muat dihuni 40 tahanan, namun saat ini di sel terdapat 70 tahanan. Hal itu dikarenakan selama pandemi Covid19, rumah tahanan negara (rutan) tidak menerima tahanan baru.

Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini SIK mengatakan, jajaran penegak hukum telah mengajukan usulan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mengubah kebijakan tersebut. “Akibatnya penjara kami overload. Di mana tahanan kejaksaan maupun pengadilan juga dititipkan di Polresta Yogya. Sementara tahanan di Polresta tidak didesain seperti rutan,” kata Kapolresta Yogya.

Kapolresta dapat memahami kebijakan Kemenkumham, bahwa rutan dan lapas tidak menerima tahanan baru. Namun di sisi lain, hal itu juga berpengaruh pada sistem penegakan hukum, salah satunya terjadinya kelebihan beban di ruang tahanan polisi.

Berdasarkan rapat bersama aparat penegak hukum lainnya, ada kesepakatan untuk mengirim surat ke Kemenkumham supaya mengubah kebijakan tersebut. Untuk sarannya, bagi tahanan baru supaya dites terlebih dahulu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona di dalam rutan.

“Surat itu sudah dibuat dan dikirim ke Kemenkumham. Harapan kami, rutan tetap bisa menerima tahanan baru tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Kapolresta.

Kepala Rutan Kelas IIA Yogya Agustiyar Ekantoro BcIP SSos MM mengaku, saat ini rutan belum menerima tahanan baru selama pandemi Covid-19. Namun bagi terdakwa yang sudah divonis dapat diterima di rutan atau lapas dengan tetap mengikuti prosedur kesehatan. (Sni)

BERITA REKOMENDASI