Tahukah Kamu, Bagimu Negeri Dahulu Ditulis ‘Bagimu Neg,RI’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Masyarakat Indonesia mungkin hanya tahu bahwa syair lagu Bagimu Negeri sudah tepat seperti ejaan Bahasa Indonesia yang baku. Namun, siapa sangka pada era 1942 saat diciptakan oleh Kusbini, sebenarnya teks lagu tersebut ditulis dalam bentuk lain yakni 'Bagimu Neg,RI' yang bermakna Bagimu Negara Republik Indonesia.

Fakta tersebut diungkap oleh Sapto Kisvara putera ketujuh Kusbini saat berbincang dengan wartawan Rabu (30/11/2016). Pria yang kini mengajar di Sekolah Menengah Musik (SMM) ini membuka rahasia yang diceritakan sang ayah beberapa puluh tahun silam.

"Inilah yang harus disampaikan pada masyarakat, bagaimana seniman kala itu ikut berjuang melalui syair yang dituliskan menjadi lagu penyemangat. Negeri yang kita kenal ditulis saat ini dalam syair lagu Bagimu Negeri ternyata seharusnya Neg,RI itu ayah saya sendiri yang bilang karena saat itu kita belum merdeka tahun 1942 masih dijajah Jepang," ungkapnya.

Menurut Sapto, dalam mencipta lirik lagu tersebut, sang ayah mendapat ilham saat sedang berdzikir di Mushola. "Intinya bagaimanapun kita 'njungkir njempalik' di dunia tetap akhirnya kembalinya pada yang Mahakuasa, yang membuat hidup maka muncullah Berjanji, Berbakti, Mengabdi dan Jiwa Raga Kami," imbuhnya.

Satu cerita yang cukup menarik diakui Sapto juga muncul saat sang ayah menyerahkan syair lagu Bagimu Neg,RI pada Presiden Soekarno di Gedung Agung. Kala itu menurut Sapto, presiden mempermasalahkan bait terakhir yang oleh Kusbini ditulis Bagimu Neg,RI Indonesia Raya.

"Bait terakhir dulu belum Bagimu Neg,RI Jiwa Raga Kami tapi Bagimu Neg,RI Indonesia Raya. RI 1 bilang jangan dulu nanti jadi masalah karena kita belum merdeka, Jepang masih menguasai Republik, akhirnya ayah saya pulang dan berpikir kemudian muncullah jiwa raga kami yang terus bertahan sampai saat ini," pungkasnya.

Hingga kini lagu Bagimu Negri tetap menjadi salah satu lagu wajib dalam acara-acara kenegaraan di seluruh Indonesia. Anak-anak, pemuda hingga orang tua terus hafal lagu yang ternyata dicipta komposer legendaris Kusbini yang berasal dari Pengok Yogyakarta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI