Tahun 2025 DIY Bebas Desa Rawan Pangan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan bebas dari desa rawan pangan pada 2025 mendatang. Komoditas pangan lokal diharapkan mampu menjadi solusi mengatasi desa rawan maupun stok cadangan makanan guna mewujudkan kedaulatan pangan di DIY.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Arofa Noor Indriani usai Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVI bertemakan 'Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal di Era Perubahan Iklim di Halaman Kantor BKPP DIY, Jumat (02/09/2016). Dari total 62 desa rawan pangan di DIY, telah berhasil ditekan menjadi 26 desa rawan pada 2015 lalu.

"Desa rawan pangan di DIY hanya tinggal 22 desa pada tahun ini yaitu 9 desa di Kulonprogo, 7 desa di Gunungkidul, 5 desa di Bantul dan 1 desa di Kota Yogyakarta. Kabupaten Sleman justru yang sudah bebas dari desa rawan pangan dan ditargetkan DIY bebas desa rawan pangan pada 2025 nantinya," kata Arofa.

Arofa mengatakan kasus rawan pangan yang terjadi di DIY bukan karena minimnya ketersediaan pangan, melainkan faktor kemiskinan yang berakibat pada rendahnya daya beli masyarakat dan faktor kesehatan. Untuk itu, pihaknya menghadirkan lembaga akses bahan pangan lokal yang menyediakan bahan pokok pangan murah di desa rawan pangan.

Selain itu, kualitas keberagaman konsumsi pangan masyatakat DIY dilihat dari indikator skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada 2015 baru mencapai 83,7 dari skor ideal 100. Dengan demikian kualitas atau keberagaman konsumsi pangan di DIY harus ditingkatkan.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X menyampaikan pembangunan ketahanan pangan di DIY perlu ditingkatkan melaui stabilitas pasokan dan harga pangan strategis. Penganekaragaman konsumsi pangan di DIY merupakan upaya memantapkan pola konsumsi pangan yang beragam.

"PPH DIY baru mencapai 83,7 per triwulan I 2016, jadi masih perlu ditingkatkan menuju kedaulatan pangan berkelanjutan berbasis sumber daya pangan lokal. Anak-anak mudaa harus diajak dan dilibatkan untuk ini," pungkas Paku Alam X. (Ira)

BERITA REKOMENDASI