Tahun 2030 Kota Yogya Target Bebas Tuberculosis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus penderita tuberculosis (TB) yang sudah masuk fase kebal obat tidak bisa dipandang remeh. Kendati jumlahnya sedikit, namun membutuhkan tindakan yang rutin agar dapat sembuh total serta tidak menular ke orang lain.

Menurut Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogya Endang Sri Rahayu, jumlah penderita TB kebal obat terdeteksi mencapai 39 pasien. Jumlah itu merupakan akumulasi sejak tahun 2012 lalu. "Terlihat sedikit namun berpengaruh meningkatnya kasus TB kebal obat jika tidak ditangani dengan baik," jelasnya.

Sementara total penderita TB di Kota Yogya mencapai sekitar 900 pasien. Setiap penderita rata-rata membutuhkan waktu penyembuhan hingga enam bulan, sedangkan bagi yang masuk kategori kebal obat waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua tahun.

Meski perlu upaya yang sangat ketat namun Pemkot optimis pada tahun 2030 target bebas TB bisa dicapai. Endang menjelaskan, penderita TB kebal obat harus diberikan dukungan agar bisa mengikuti pengobatan yang sudah ditetapkan. Terutama dengan meminum obat secara teratur baik jumlah maupun waktunya.

Pasalnya, selama rentang waktu antara 18 bulan hingga dua tahun, penderita TB kebal obat harus rutin meminum obat setiap hari. Berbeda dengan penderita TB biasa, yang waktu pengobatannya tidak sampai satu tahun.

"Biasanya pasien menghentikan pengobatan setelah satu atau dua bulan karena merasa badannya sudah cukup sehat. Padahal itu justru bisa meningkatkan menjadi kebal obat. Memang butuh kesabaran, sehingga perlu kita dukung bersama untuk sembuh," urainya.

Rata-rata penderita TB saat ini juga bukan lagi dari.golongan kaum lansia. Warga dengan usia produkif juga banyak yang menderita TB. Hal ini karena potensi penularan relatif lebih mudah. Bahkan penderita TB kebal obat memiliki risiko lebih besar untuk menularkan penyakitnya ke orang lain. Selain itu orang yang tertular akan otomatis menderita TB kebal obat dan harus mengikuti pengobatan dengan jangka waktu lama.

Pasien yang terdeteksi mengalami TB kebal obat akan dirujuk ke RS Dr Sardjito un￾tuk pengobatan awal. Jika kondisinya sudah dinyatakan mulai stabil bisa mengalihkan pengobatan ke puskesmas terdekat dengan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, pasien yang menderita TB diminta untuk mengenakan masker guna mencegah potensi penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Di samping itu juga menerapkan etika saat batuk dan bersin yaitu menutup mulut. Masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI