Tahun Baru, DIY Siapkan 21.000 Kamar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jelang pergantian tahun, sejumlah hotel di DIY mengalami peningkatan pemesanan kamar. Padahal harga yang ditawarkan lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Meski demikian, tidak mengurangi minat wisatawan untuk tetap menginap di Yogyakarta.

Adanya peningkatan pemesanan kamar diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunegara. Bahkan untuk tahun ini, diperkirakan tingkat hujian lebih tinggi sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya, yakni saat ‘peak season’.

Mengingat permintaan sangat tinggi, pihak perhotelan DIY akan meniadakan diskon alias mengenakan tarif penuh tanpa potongan harga dan mengenakan biaya tambahan (surcharge) serta paket-paket menarik selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Untuk menampung para wisatawan atau tamu yang datang ke Yogya, saat ini sudah terdapat lebih dari 21.500 kamar, baik dari hotel bintang maupun non bintang.

Dari jumlah kamar yang tersedia tersebut, terdiri dari 320 hotel bintang dengan jumlah kamar mencapai 8.500 kamar serta jumlah hotel non bintang mencapai 500-an dengan total 13.000-an kamar. ”Tingkat hunian hotel rata-rata di DIY bisa mencapai 70 persen memasuki ‘peak season’ nantinya. Okupansi untuk hotel bintang diperkirakan naik dari 60 persen menjadi 70 persen dan hotel non bintang naik dari 40 persen menjadi 50 persen atau mengalami kenaikan setidaknya 10 persen,” kata Istijab.

Menurutnya okupansi perhotelan DIY memasuki ‘peak season’ tahun ini diperkirakan paling tinggi secara historis setiap menjelang momentum Natal dan Tahun Baru. Sehingga memasuki ‘peak season’ tahun ini, perhotelan DIYdipastikan menerapkan tarif penuh atau ‘full rate’ dan tidak ada diskon, membuat paket berupa event Natal dan Tahun Baru dipadukan dengan kamar serta pengenaan biaya tambahan atau surcharge.

”Kenaikan tingkat hunian cukup signifikan di atas 90 persen akan dialami hotel-hotel yang berada di kawasan Ring I Yogyakarta. Sementara okupansi perhotelan DIY di kawasan Ring II diprediksi bisa mencapai 80 persen. Kondisi tingkat hunian hotel di DIYakhir tahun tersebut diharapkan lebih baik dibandingkan momentum yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya dan banyaknya hari libur,” jelasnya.

Istijab mengungkapkan para tamu yang akan menginap dan menghabiskan libur Natal dan akhir tahunnya di DIY justru akan mempunyai banyak pilihan akomodasi seperti hotel, homestay, guest house, kos eksklusif, desa wisata dan lain-lain. Sehingga para tamu tidak perlu khawatir akomodasi selama di DIY karena banyak pilihan berbagai tempat menginap alias masih ada kamar.

Apabila hotelhotel di kawasan ring I dan II sudah penuh maka diarahkan ke area ring III atau hotel non bintang serta desa wisata. Sementara itu menjamurnya desa wisata atau kampung wisata saat ini tidak hanya sekedar menjadi destinasi wisata potensial semata namun mampu memberikan alternatif akomodasi bagi para wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) di DIY.

Desa/kampung wisata tersebut sudah banyak yang menyediakan homestay di beberapa rumah warganya sehingga bisa menjadi pilihan akomodasi menginap bagi wisatawan di DIY. Dengan banyaknya pilihan akomodasi menginap di DIY tersebut, tingkat hunian atau okupansi diprediksi akan mengalami kenaikan setidaknya 10 persen selama ‘peak season’ libur Natal 2018 dan libur Tahun Baru 2019.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIYAris Riyanta mengatakan jumlah desa wisata atau kampung wisata di DIY ada 115 desa/kampung wisata yang terdiri dari 24 desa/kampung wisata mandiri, 44 desa/kampung wisata berkembang dan 47 desa/kampung wisata embrio. (Ira)

BERITA REKOMENDASI