Tahun Depan, Revitalisasi Malioboro Berlanjut

YOGYA,KRJOGJA.com – Revitalisasi kawasan semi pedestrian Malioboro tahap kedua dari depan Pasar Beringharjo hingga Titk Nol Kilometer dan depan Gedung Agung serta pembuatan toilet bawah tanah, segera selesai di penghujung 2017 ini. Penataan wajah DIY ini akan terus bergulir memasuki 2018, antara lain dengan pembangunan Sentra Pedagang Kakilima (PKL) di eks Bioskop Indra, penataan fasad (wajah) pertokoan Malioboro di sisi Barat, penataan sirip-sirip jalan dan penataan kantong parkir.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan, revitalisasi Malioboro bukan hanya semi pedestrian, tetapi secara menyeluruh bertahap, sebagai Program Pemda DIY yang dilengkapi dokumen perencanaan hingga akhirnya bisa dieksekusi. Semisal penataan salah satu sirip Malioboro di Jalan Suryatmajan yang semrawut, akan ditata dan dirapikan berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta yang telah memiliki dokumen perencanaan  atau belum.

"Termasuk proses pemindahan Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) DIY yang rencananya akan dipakai sebagai Galeri Urban Planning. Juga penataan trotoar sisi Barat dan penertiban parkir liar yang mengganggu jalan bersama Pemkot Yogya," tandas Tavip di Kepatihan Yogya, Senin (11/12/2017).

Pemda DIY dan Pemkot Yogya, lanjut Tavip,  mempunyai spirit bekerja sama menangani kawasan Malioboro bersama-sama. Hal ini bersamaan momentum kucuran Dana Keistimewaan (Danais) DIY yang diharapkan bisa rampung penataannya pada 2019. Bakal dilakukan pula sosialisasi kepada masyarakat, jika kendaraan bermotor kecuali angkutan publik tidak boleh melintas di Jalan Malioboro pada 2019. Untuk itu diperlukan kesiapan kantong-kantong parkir agar bisa memfasilitasi pengunjung Malioboro supaya tidak terlalu jauh berjalan kaki.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan, setelah penataan kawasan semi pedestrian dan toilet underground selesai, akan ditindaklanjuti penataan di sebelah Barat dengan tetap mengedepankan keaslian dan kekhasan Malioboro. Dengan begitu keberadaan Malioboro sebagai bagian penting dari sumbu filosofis akan tetap terjaga.

"Penataan Malioboro akan terus kami lakukan, sesuai perencanaan dan anggaran yang sudah ditentukan. Apalagi saat ini Sekretariat Bersama (Sekber) Kawasan Cagar Budaya atau Heritage Keistimewaan sudah terbentuk. Mudah-mudahan dengan adanya Sekber ini, pelaksanaan program-program bisa lebih optimal," terang Gatot.

Namun Gatot juga mengingatkan, penataan kawasan Malioboro perlu diimbangi dengan pemeliharaan misalnya dengan menjaga kebersihan. Semua itu akan bisa terwujud, apabila ada sinergi antara Pemda, PKL maupun komunitas lain serta masyarakat. "Soal anggaran penataan Malioboro saya kira relatif tidak ada masalah karena sudah dianggarkan," ujarnya.(Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI