Tahun Ini Luas Panen Padi di DIY Naik 471,06 Ha

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Luas panen padi di DIY pada 2020 diperkirakan sebesar 111,95 ribu hektar (Ha) sehingga angka potensi produksinya bisa mencapai 533,65 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka potensi produksi tersebut jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras diperkirakan mencapai 301,57 ribu ton pada 2020 ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Dr Heru Margono MSc menyampaikan dari hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2020 dibandingkan 2019. Puncak panen padi pada 2020 terjadi pada April, sementara puncak panen pada 2019 terjadi pada Maret

“Realisasi luas panen padi sebesar 102,32 ribu Ha sepanjang Januari hingga September 2020 atau mengalami penurunan sekitar 2.342,18 Ha (2,24 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 104,66 ribu Ha. Sementara itu, potensi panen sebesar 9,63 ribu Ha sepanjang Oktober hingga Desember 2020,” tutur Heru di Yogyakarta, Rabu (4/11).

Dengan demikian, Heru mengatakan total potensi luas panen padi di DIY pada 2020 mencapai 111,95 ribu Ha atau mengalami kenaikan sekitar 471,06 hektar (0,42 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 111,48 ribu Ha. Luas panen tertinggi pada 2020 terjadi pada April, yaitu sebesar 26,09 ribu Ha, sementara luas panen terendah terjadi pada November sebesar 2,31 ribu Ha.

“Produksi padi di DIY diperkirakan sekitar 478,74 ribu ton GKG yang tertekan 16 ribu ton atau 3,23 persen sepanjang Januari hingga September 2020 dibandingkan 2019 yang sebesar 494,74 ribu ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 54,91 ribu ton GKG. Sehingga total potensi produksi padi 2020 diperkirakan mencapai 533,65 ribu ton GKG yang naik 173,42 ton atau 0,03 persen dibandingkan 2019 sebesar 533,48 ribu ton GKG,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI