Tahun Politik, Industri Mebel DIY Optimis Tetap Tumbuh

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mebel maupun kerajinan DIY optimis tetap tumbuh meskipun tidak terlalu signifikan pada tahun politik ini. Merekamasih membutuhkan dukungan dari Pemerintah yang dapat diwujudkan dengan fasilitasi promosi, kemudahan regulasi dan sebagainya.

"Optimisme ini dengan melihat situasi pasar yang cukup baik, khususnya di beberapa negara Eropa yang kondisi perekonomiannya membaik," tutur Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Industri Mebel & Kerajinan Indonesia (Asmindo) Endro Wardoyo usai bersilahturahmi dengan Wagub DIY Paku Alam X di Kompleks Kepatihan, Senin (11/3).

Menurut Endro, Pemerintah harus memberikan semacam border supaya barangbarang mebel dan kerajinan impor tidak bebas masuk di pasar nasional. Setidaknya Pemerintah sudah mempunyai regulasi tentang persyaratan impor dan lainnya yang harus ditegakkan supaya produk mebel dan kerajinan lokal bisa berkompetisi di pasar sendiri. Jika tidak ada keberpihakan dari Pemerintah, dikhawatirkan barang-barang yang diproduksi IKM akan tersingkir dari pasar domestik.

"IKM DIY cukup kuat, tetapi masih perlu dukungan dari Pemerintah untuk posisi tersebut. Artinya ada keberpihakan Pemerintah tentang intervensi melalui program-program supaya diberikan kesempatan IKM untuk mengambil ruang, pasar dan sebagainya. Contohnya banyak hotel dan apartemen di DIY yang banyak diisi produk mebel dan kerajinan impor daripada produk lokal," tandasnya.

Namun mantan Wakil Ketua Asmindo DIY ini tidak menyalahkan apabila hotel dan apartemen di DIY banyak diisi produk impor karena IKM mebel dan kerajinan di DIY sendiri belum siap. Untuk itu, pelaku IKM mebel dan kerajinan di DIY harus kuat tentunya dengan dibantu Pemerintah.

Terkait pameran Jiffina yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 13 hingga 16 Maret 2019, menurut Endro akan diikuti 300 peserta atau seller dan menghadirkan setidaknya 4.500 buyers baik dari luar negeri maupun domestik. Sedangkan transaksi ditargetkan mencapai 70 hingga 80 juta USD. Pameran produk mebel dan kerajinan DIY ini sekaligus membidik dan mengembangkan pasar-pasar baru seperti Burundi, Rusia, Belarus dan beberapa negara dari Eropa Timur. (Ira)

BERITA REKOMENDASI