Tak Ada Percaloan, Rekrutmen Polisi Harus Bersih

YOGYA, KRJOGJA.com – Muatan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) benar-benar ingin dihilangkan dalam penerimaan personel Polri. Polda DIY mengadakan kampanye pendafaran Polri yang bebas dari KKN dan berprinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntable dan Humanis). Bahkan jika ada oknum yang mengaku bisa memasukkan, akan ditindak tegas dengan diberhentikan secara tidak hormat.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, masuk polisi harus dilandasi dengan niat dan tekad kuat. Serta persiapan matang termasuk jasmani dan akademisnya. Sehingga tidak bakal tergiur jika ada iming-iming orang yang mengaku bisa memasukkan menjadi anggota Polri dengan cara membayar. 

"Masuk polisi itu gratis. Tidak perlu nyari backingan atau calo yang memanfaatkan situasi dan kesempatan. Jika ada peserta yang mencari-cari justru akan didiskualifikasikan, ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri di sela-sela acara kampanye rekruitmen polisi bebas KKN di Jalan Malioboro Minggu (6/5/2018). 

Lokasi kampanye, lanjut Kapolda, sengaja dilakukan di Jalan Malioboro karena tidak hanya dipadati masyarakat Yogyakarta. Tapi juga wisatawan dari berbagai daerah. Sehingga seluruh masyarakat tahu jika masuk polisi tidak dipungut biaya dan bersih dari KKN. 

Proses rekruitmen anggota Polri saat ini sendiri sudah berjalan. Polda DIY juga sudah menyelenggarakan pakta integritas dan mengajak calon peserta dan panitia rekruitmen Polri serta orangtua. Kapolda mengaku sejauh ini belum ada laporan terkait adanya calo pendaftaran anggota Polri. Kapolda menegaskan jika ada oknum yang mengaku bisa memasukkan menjadi anggota Polri, akan ditindak tegas. 

“Beberapa waktu lalu, Polda DIY pernah menangkap anggotanya yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji saat rekruitmen berlangsung. Dan langsung ditindak tegas, dipecat," ungkap Kapolda.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan, dengan kampanye di tengah publik, Polda DIY berkomitmen melakukan rekruitmen anggota dan mengedepankan prinsip BETAH. "Rekruitmen sudah berjalan, mulai dari Tamtama, Bintara, Akpol dan Bintara Kompetensi Khusus. Kalau dulu mungkin tidak semua orang mengatakan, jadi polisi gratis. Tapi saat ini seluruh polisi harus menggaungkan hal ini, masuk polisi itu gratis dan tidak ada calo-calo," tegas AKBP Yuli.

Komitmen ini terlihat dari kampanye yang sengaja diadakan di tengah masyarakat. AKBP Yuli menambahkan, dengan kampanye ini juga sekaligus mengajak masyarakat luas untuk mengawasi berlangsungnya rekruitmen Polri. Jika ada hal yang mencurigakan bisa langsung dilaporkan ke Polda DIY. “Bagi para orangtua yang anaknya mendaftar rekruitmen Polri, yakin saja. Kami tidak main-main dan benar-benar bersih dalam pelaksanaannya,” tegas AKBP Yuli. 

Dalam kesempatan kampanye tersebut Kapolda dan masyarakat yang ada di Malioboro, menyanyikan lagu Sayang yang dipopulerkan Via Vallen dan liriknya sudah diubah.(R-2) 

BERITA REKOMENDASI