Tak Akui Pancasila, Napi Teroris Gagal Dapat Remisi

YOGYA, KRJOGJA.com – Tiga narapidana (napi) kasus terorisme yakni Sali Bin Wasyio (59), Fahrudin Bin Wa'ali (39), dan Chatimul Chaosan alias Beni bin Muhammad Toyib (39 mendekam di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta. 

Ketiganya belum mau mengakui ideologi Pancasila yang juga jadi salah satu syarat mendapatkan remisi dari negara.  Hal tersebut terkuak dari keterangan Kepala LP Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta Suherman saat mendampingi tim divisi humas Mabes Polri Selasa (19/9/2017). Suherman mengungkap bawasanya salah satu napi yakni Beni sebenarnya telah memenuhi syarat masa tahanan untuk mendapat remisi. 

Namun, saat disodori form pengakuan ideologi bangsa yakni Pancasila, napi asal Jakarta Selatan ini enggan menandatangani. "Beni sudah memenuhi syarat dapat remisi, tapi ketika disodorkan pernyataan kalau ideologi Indonesia itu Pancasila dia belum mau tanda tangan sehingga ia tak bisa diusulkan remisinya," ungkap Suherman. 

Chatimul Chaosan alias Beni ditangkap polisi karena kasus bahan peledak di daerah Glodok, Jakarta Barat pada bulan Maret tahun 2013. Sementara Sali, warga Surabaya ini belum diketahui secara pasti kasus yang membelitnya, namun berhubungan dengan tindak pidana terorisme.

Fahrudin bin Wa'ali warga Pemalang, baru seminggu menjadi warga binaan di LP Kelas IIA Wirogunan setelah ditangkap pada 15 Januari 2016. Ia diamankan ketika tengah berkunjung ke rumah Ali Mahmudin yang merupakan DPO Tim Densus 88 karena memiliki kaitan dengan kasus terorisme di Thamrin beberapa waktu lalu. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI