Tak Bisa Dihindari, Pemkot Yogya Kaji Tambahan Alternatif Parkir

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya mulai mengkaji tambahan alternatif lokasi parkir untuk momentum libur panjang. Pasalnya, kepadatan arus kendaraan di pusat kota tidak pernah bisa dihindari saat momentum liburan panjang, salah satunya akibat keterbatasan parkir di tempat wisata. 

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, menyebut pada malam pergantian tahun situasi cukup kondusif. Hanya, diakuinya arus lalu lintas di pusat kota cukup tersendat. "Kapasitas jalan di kota sangat terbatas. Tapi petugas di lapangan sudah berupaya agar semua dapat berlaku tertib. Kami pun mengkaji agar ada tambahan parkir alternatif," jelasnya, Kamis (2/1/2020). 

Salah satu parkir alternatif ialah di timur GOR Amongraga. Lokasi tersebut sudah disiagakan sejak akhir Desember 2019 lalu untuk menampung bus pariwisata dari arah timur. Lokasi serupa juga tengah dikaji untuk wilayah barat, selatan serta utara. Semakin banyak lokasi parkir alternatif, maka beban lalu lintas di pusat kota bisa terkurangi. Dampaknya, lalu lintas akan semakin lancar.

Haryadi menambahkan, lokasi parkir alternatif itu bukan dimaksudkan untuk melarang kendaraan bus atau kendaraan pribadi masuk ke pusat kota. Hanya, jika lokasi parkir reguler yang ada di pusat kota sudah penuh, maka akan diarahkan masuk ke lokasi parkir alternatif. "Nanti dari lokasi parkir alternatif, akan disediakan armada Trans Jogja dengan tarif Rp 3.500 sekali jalan. Akan terus kami kaji, terutama saat libur panjang atau akhir pekan," imbuhnya.

Selama libur akhir tahun dan tahun baru, Pemkot Yogya mendapat dukungan 15 armada bus Trans Jogja untuk mengangkut wisatawan dari parkir alternatif menuju pusat kota. Tarif Rp 3.500 sekali jalan untuk menempuh jarak beberapa kilometer dinilai tidak memberatkan wisatawan. Apalagi waktu tempuh yang dialami juga lebih cepat.

Sementara terkait berbagai aduan selama liburan panjang, sudah dibentuk gugus tugas untuk menampung laporan. Tidak hanya terkait pelayanan parkir melainkan juga harga kuliner, souvenir dan lainnya. Aduan tersebut harus dilaporkan berikut bukti ke petugas, bukan ke media sosial.

"Akan tetapi kami juga memantau media sosial. Jika ada aduan terkait pelayanan liburan selama di Kota Yogya, pasti ditindaklanjuti. Upaya preventif sudah kami lakukan berupa imbauan ke para pelaku, jika terbukti ada yang melanggar maka yang dikedepankan bukan preventif lagi melainkan responsif," tegas Haryadi.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI