Tak Dipinjami Uang, Janda Gelapkan Rp 8,9 M

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sakit hati karena tak disetujui saat mengajukan pinjaman utang,
YN (40) menggelapkan uang di perusahaan tempatnya bekerja. Tak tanggung-tanggung, janda dua anak itu menggelapkan uang sebesar Rp 8,9 miliar.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK, Selasa (22/12/2020) menjelaskan,
YN merupakan warga Pakualaman Yogya. Terbongkarnya kasus itu setelah adanya audit internal dari perusahaan tekstil tempatnya bekerja yang ada di Sleman.

Dari audit yang dilakukan sejak 2018 sampai 2019, terjadi selisih pencairan cek senilai Rp 8.965.357.790. Kasat menambahkan, di perusahaan tersebut, pelaku merupakan kepala bagian keuangan yang tugasnya, mengurus pemasukan dan pengeluaran keuangan kantor.

“Tersangka melakukan perbuatannya dengan cara mencairkan cek perusahaan, tetapi tidak menyetorkan seluruh hasil pencairan cek ke perusahaan. Melainkan ada yang disisihkan untuk kepentingan pribadinya, bahkan ada yang disetor tunai ke rekening milik almarhum suaminya,” ungkap Deni.

Uang hasil kejahatan, digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi, seperti membeli perabotan rumah dan barang-barang untuk tempat usaha cuci mobil. Dalam kasus tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak 31 item, antara lain rekening koran, surat perjanjian kerja waktu dan mobil yang diduga dibeli dari hasil kejahatan.

Sedangkan tersangka mengakui, jika ia terpaksa menggelapkan uang perusahaan karena sakit hati. Apalagi, saat ia mengajukan pinjaman uang tidak diperbolehkan oleh perusahaan. “Sementara selisih beberapa hari kemudian, ada karyawan lain yang pinjam utang dan di ACC,” ungkap tersangka yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 4 tahun. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI