Tak Ditemukan Penularan Corona Secara Transmisi Komunitas di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya belum menemukan dugaan penularan Covid-19 secara massif atau transmisi komunitas di masyarakat. Meski ada kecenderungan kasus yang semakin meningkat akhir-akhir ini, namun skala penularannya masih bersifat transmisi lokal.

“Sebaran Covid-19 ini sebagian besar menyangkut transmisi lokal. Termasuk di Kotabaru itu karena orang dengan mobilitas tinggi sehingga memaparkan ke banyak orang. Kalau dugaan adanya transmisi komunitas, belum. Baru akan kita lihat ke depan hasil tracingseperti apa,” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi.

Dirinya juga mencontohkan kejadian di Danurejan. Di sana ada temuan kasus di Kantor Urusan Agama (KUA), toko kelontong, PKL Malioboro serta mess karyawan yang masing-masing masih dalam upaya pengendalian. Meski berada pada satu kecamatan yang sama namun lokusnya berbeda. Sehingga hal itu juga belum bisa dikategorikan transmisi komunitas.

Heroe menegaskan, fenomena meningkatnya Covid-19 di Kota Yogya justru berlatar belakang dari keluarga. Hingga kini terpetakan ada 27 keluarga. Tertinggi pada klaster Soto Lamongan dengan satu keluarga, lima belas orang anggotanya terkonfirmasi positif. Kemudian ada satu keluarga dengan delapan anggotanya terkonfirmasi positif.

“Setiap tracing kita buat peta-peta kasus supaya memudahkan pengendalian. Namun pertahanan yang paling efektif ialah dengan disiplin menerapkan protokol,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kotabaru Bagus Sumbarja, menegaskan wilayah Kotabaru selama ini tetap kondusif. Layanan surat menyurat di tingkat RT maupun RW tetap berjalan seperti biasa. Selain itu, dirinya beserta dua Ketua RW lainnya juga baru kemarin menjalani uji swab sehingga belum ada hasil konfirmasi positif atau negatif.

Di samping itu, dirinya juga mengetahui betul kondisi warganya berusia 81 tahun yang meninggal dunia. Namun meninggalnya bukan 26 Agustus 2020 seperti pemberitaan sebelumnya melainkan 21 Agustus 2020. Tiga anggota keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat dari warga.

“Bahkan kebutuhan harian mereka juga kami penuhi dengan gotong royong. Kami tahu betul bagaimana kondisi warga kami. Sampai saat ini wilayah Kotabaru cukup kondusif,” tandasnya. (Dhi)

 

BERITA REKOMENDASI