Tak Hanya Siswa, Guru Juga Bakal Dizonasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penerapan sistem zonasi bagi siswa baru tahun ajaran 2018 tingkat SMA-sederajat negeri bakal benar-benar diberlakukan DIY. Namun, ternyata tak hanya siswa saja yang akan dizonasi namun juga guru dan staf pengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Bhaskara Aji mengatakan selama ini masih banyak orangtua siswa yang khawatir dengan penerapam zonasi. Mereka takut tak bisa bersekolah di sekolah favorit yang selama ini terpusat di Kota Yogyakarta.

Hal tersebut menurut dia membuat Disdikpora mencari berbagai solusi salah satunya upaya memeratakan kualitas sekolah. “Kalau pikiran kita sementara guru ya dizonasi. Kalau guru menempuh perjalanan lebih dekat akan lebih baik kan,” ungkapnya pada wartawan di DPRD DIY Rabu (21/03/2018).

Bhaskara Aji menilai selama ini salah satu kekhawatiran orangtua adalah perbedaan kualitas guru antara sekolah favorit dengan daerah pinggiran. “Bisa dibayangkan misalnya guru Sleman mengajar di Gunungkidul, harus berangkat jam 5 pagi. Ya sudah ‘Wong’ Sleman balik ke Sleman biar lebih fokus,” sambungnya.

Sistem zonasi yang diamanatkan dalam Permendikbud 17 tahun 2017 bertujuan untuk memeratakan kualitas pendidikan. Pemerintah menilai input siswa di sekolah menjadi salah satu faktor penentu terbesar kualitas pembelajaran. Tak hanya itu, zonasi ditujukan untuk siswa agar lebih fokus belajar saat dekat rumah selain mengurangi kemacetan lalu-lintas. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI