Tak Ingin Ada Lagi Pelecehan Seksual, Kaum Disabilitas DIY Dukung Pengesahan RUU PKS

YOGYA (KRjogja.com) – Masyarakat dengan disabilitas DIY yang tergabung dalam Center for Improving Qualified in Life of People with Disabilities (Ciqal) Senin (28/11/2016) menggelar diskusi terkait Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) di kawasan Jl HOS Cokroaminoto. Dalam diskusi yang diikuti oleh beberapa elemen masyarakat non struktural tersebut, Ciqal mengharapkan legislatif lekas mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang selama ini dirasa sangat rentan terjadi pada kaum disabilitas.

Ibnu Sukaca Koordinator Program Advokasi Ciqal mengatakan periode 2014- 2016 ini tercatat sudah ada 76 kasus pelecehan terhadap perempuan disabilitas di wilayah DIY. Menurut dia, hanya 3 kasus yang akhirnya naik ke pengadilan dengan pelaku yang mendapatkan hukuman dan tentu saja menjadi perhatian tersendiri bagi Ciqal.

"Kami minta RUU PKS ini segera disahkan, karena sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016 yang waktunya tinggal satu bulan lagi. Dalam RUU tersebut ada pasal yang mengatur perlindungan terhadap perempuan dengan disabilitas dan kami sangat berharap legislatif segera membahas dan mengesahkan," terangnya.

Menurut Ibnu, Ciqal akan terus mengawal hingga nantinya RUU tersebut disahkan dan perempuan disabilitas mendapatkan perlindungan dari negara. "Cara kami dengan menggelar diskusi, talkshow dan Minggu (4/12/2016) nanti kami akan orasi damai di DPRD DIY, kami berharap RUU tersebut segera disahkan," pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI