Tak Ingin Jadi Gudang Buku, Perpustakaan DIY Berbenah dengan Payung Perda

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – DPRD DIY menggodog Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Perpustakaan, Kamis (3/9/2020). Panitia khusus (pansus) pembentukan Raperda tersebut mulai menjaring aspirasi dari berbagai elemen pemerhati literasi untuk memastikan Perda tersebut nantinya berfungsi dengan maksimalz

Novida Kartika Hadhi, Ketua Pansus BA 13 tahun 2020 (Perda Penyelenggaraan Perpustakaan) mengatakan pihaknya mendapat berbagai masukan dari masyarakat terkait Perda tersebut. Beberapa diantaranya yakni keharusan perpustakaan menyesuaikan dengan kondisi jaman serta keramahan pada difabel.

“Kami dapat banyak referensi, termasuk menyentuh teknis perpustakaan. Perda nanti akan menyangkut banyak teknis dari penyelenggara perpustakaan. Harapannya perda bisa mempermudah masyarakat menggunakan fasilitas termasuk juga masalah teknologi informasi yang sangat cepat bergerak saat ini. Perpustakaan DIY harus bisa mengikuti perkembangan yang ada,” ungkapnya pada wartawan.

Novida juga secara khusus menyebut akan memasukkan masukan terkait kebutuhan kemudahan bagi kaum disabilitas. “Kami juga didorong lebih banyak memperbanyak buku braille untuk teman-teman tuna netra. Ini usul bagus sekali yang sangat bisa diakomodasi,” tambahnya.

Untuk sisi digitalisasi, Novida mengatakan bawasanya kedepan 4500 perpustakaan di DIY akan membentuk jaringan yang sifatnya mendukung satu sama lain. Pelestarian naskah kuno juga menjadi perhatian dalam Perda itu.

BERITA REKOMENDASI