Tak Punya Cukup Dana, Jogja Hindari Opsi “Lockdown” Total

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus Covid DIY justru meningkat di masa Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), bahkan kasus harian pecah rekor 456 Kamis (21/1/2021) kemarin. Pemda DIY tampaknya bakal kembali menerapkan PTKM seperti yang sudah diputuskan terlebih dahulu oleh pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan sebenarnya tidak menyetujui adanya perpanjangan PTKM DIY hingga dua minggu kedepan. Sisi ekonomi masyarakat disebutnya cukup terganggu dengan adanya kebijakan tersebut.

“Sebenarnya saya tidak sependapat kalau memang harus ada perpanjangan karena mempertimbangkan ekonomi masyarakat yang begitu terdampak apalagi dua minggu terakhir ini. Harapan kami PTKM ini yang terakhir tapi kalau terpuruk terus ya harus disiapkan kedaruratan. Terpaksa kapasitas, kemampuan rumah sakit kita harus dinaikkan,” ungkap Huda, Jumat (22/1/2021).

Menurut Huda, DIY tidak akan bisa menerapkan lockdown total untuk menekan angka penularan Covid-19. Pasalnya, secara finansial, daerah tidak memiliki cukup dana untuk menanggung hidup warga paling tidak selama dua minggu saja.

Huda mencontohkan, sepanjang 2020 lalu, untuk bantuan sosial 150 ribu warga DIY, sudah dihabiskan anggaran senilai Rp 600 miliar. Namun dana itu hanya bisa digunakan untuk bantuan selama tiga bulan saja.

“Kita realistis, tidak punya cukup uang jika menerapkan itu (lockdown total). Kita tidak mungkin bisa menerapkan di DIY, itu secara realistisnya,” ungkapnya lagi.

BERITA REKOMENDASI