Takbir Museum Perjuangan Usung Semangat Nasionalisme

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya konflik yang menciderai persatuan dan kesatuan Republik Indonesia belakangan ini menjadi semangat tersendiri bagi Panitia Hari Raya Besar Islam (PHBI) Kecamatan Mergangsan untuk menggelar festival takbir keliling 1438H guna memupuk serta memperkokoh rasa nasionalisme.

Ketua Festival Takbir Keliling 1438H Toto Andrio Nugroho (23) mengungkapkan, tema yang diusung ialah kumandang takbir memperkokoh umat islam sebagai benteng terakhir kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tema ini sengaja dipilih setelah melihat semakin besarnya arus globalisasi dan paham-paham yang berseberangan dengan ideologi Pancasila.

"Harapannya dengan momen ini masyarakat menjadi lebih mencintai tanah air, mencintai Yogyakarta, dan mencintai islam," ujar Toto kepada KRJOGJA.com di halaman Museum Perjuangan Yogyakarta, Sabtu (24/06/2017) malam.

Festival takbir yang diikuti oleh 21 kontingen dari berbagai daerah di DIY ini memperebutkan enam kategori yang terdiri dari keindahan lampion, seruan takbir, kostum, baris-berbaris, penampilan, dan musik. Selain itu, nantinya juga akan terdapat juara favorit yang dipilih melalui instagram. 

Jalur Festival Takbir Keliling 1438H PHBI Kecamatan Mergangsan diawali dari halaman Museum Perjuangan lalu melewati jalan Kolonel Sugiyono, jalan Parangtris, jalan Prawirotaman 1, jalan Sisingamangaraja dan berakhir di depan Kantor Pos kecamatan Mergangsan.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang meresmikan kegiatan Festival Takbir Keliling 1438H PHBI Kecamatan Mergangsan bertitip pesan agar seluruh masyarakat  dapat menjaga keamanan dan ketertiban hingga mampu menciptakan suasana kondusif.

"Jaga lah kemanan dan ketertiban, kita menjaga suasana kondusif agar keinginan kita besok untuk bisa sholat ied dan silaturahmi dapat berjalan," tuturnya. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI