Taksi Lokal Tergusur dan Tertindas

YOGYA, KRJOGJA.com – Perkumpulan Pengemudi Taksi Argometer Yogyakarta (Perpetayo) menolak keras masuknya taksi Blue Bird di Yogyakarta. Mereka menilai hal tersebut tidak membawa kemanfaatan bagi taksi lokal Yogyakarta.

"Justru yang ada mengakibatkan matinya taksi lokal di Yogyakarta. Mereka akan semakin tergusur dan tertindas setelah kalah bersaing dengan taksi online. Kami sangat resah dengan masuknya Blue Bird di Yogyakarta ini. Perpetayo menolak keras," tegas Ketua Umum Perpetayo Rudi Kamtono didampingi sejumlah jajaran Perpetayo di kantor Redaksi KR, Selasa (22/1). Turut mendampingi Pengamat Transportasi Plat Kuning Muhammad Amin Abdullah, Forum Pangkalan Taksi Argometer Yogyakarta Partono, Korlap Sektor Timur Setiawan dan Korlap Sektor Selatan Agus SK.

Ditegaskan Rudi, penolakan tersebut sebenarnya juga sudah ditegaskan komitmen Organda, Dishub dan Gubernur DIY yang sejak awal tidak mengizinkan Blue Bird beroperasi di Yogyakarta. Hal tersebut sebagai upaya menjaga kearifan lokal dan pengusaha lokal sebagai operator taksi argometer.

Menurut Rudi, dari 20 operator taksi argometer di Yogyakarta, 19 operator menyatakan menolak masuknya Blue Bird. Sedang satu operator, Pataga, telah menjalin kerja sama kemitraan dengan Blue Bird. "Kalau kerja sama pengelolaan manajemen mungkin masih diterima, tapi ini sampai pada branding taksi yang ada di jalan. Hal itu pelanggaran hukum karena Blue Bird tidak mendapatkan izin operasional di Yogya," tandas Rudi.

Upaya ini, menurut Rudi juga sebagai bentuk menyuarakan aspirasi pengemudi taksi argometer yang masih sanggup dan merasa tidak perlu dibantu. "Terus terang kami tidak sanggup melawan raksasa transportasi. Karena itu kami menolak keras. Kami berharap hukum ditegakkan untuk pelanggaran tersebut," sambungnya.

Sedang Muhammad Amin Abdullah ikut menegaskan penolakan tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama dan sepengetahuan Organda serta Dishub DIY. Sebab jika Blue Bird dizinkan masuk Yogya, akan makin mematikan taksi konvensional yang saat ini pun harus berjuang keras bersaing dengan taksi online. "Belum lagi ada syaratsyarat memberatkan yang diterapkan Blue Bird. Banyak pengemudi yang tidak lagi bisa bekerja," ucap Amin. (Feb)

 

 

BERITA REKOMENDASI