Talikama Desak Pemerintah Tertibkan Penggunaan Senar Layang-layang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara Talikama meminta pemerintah segera mengatur regulasi tentang penggunaan senar untuk layang-layang. Aturan tersebut mendesak diberlakukan lantaran telah banyak warga yang menjadi korban keganasan senar layang-layang bahkan hingga merenggut nyawa.

“Sebenarnya bermain layang-layang tidak dilarang, namun harus sesuai tempatnya. Jika permainan yang telah ada sejak dahulu ini sembarangan dilakukan maka akan sangat membahayakan, apalagi jika menggunakan senar,” kata Sekjen Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara Talikama, Anang Sarjiyanto, Kamis (02/07/2020).

Berbagai upaya telah dilakukan Talikama agar masyarakat dapat bijak saat bermain layang-layang. Selain rutin melakukan sosialisasi, perkumpulan ini juga akan segara mengirimkan surat resmi kepada Pemda DIY untuk menerbitkkan aturan mengenai industri pembuatan layang-layang.

Talikama juga akan mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membatasi peredaran senar di tengah masyarakat. Dikhawatirkan dengan banyaknya beredar senar di kalangan masyarakat maka produksi benang senar ‘gelasan’ akan tinggi dan berpotensi besar untuk dipergunakan.

“Karena produksi senar untuk layang-layang ini kebanyakan produksi rumahan, maka kami mendesak untuk adanya regulasi. Bukan tidak boleh memproduksi, namun harus ada regulasi yang menertibkannya,” tambah Anang Sarjiyanto.

Anang Sarjiyanto menambahkan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan Talikama. Salah satunya yakni dengan menggelar lomba layang-layang kombat (adu) dengan menggunakan benang dari bahan katun.

“Dengan ini diharapkan dapat mewadahi masyarakat yang gemar bermain layang-layang dan memberikan edukasi untuk tak menggunakan senar. Benang katun lebih aman dari pada senar, selain aman untuk diri sendiri juga tak membahayakan masyarakat mapun fasilitas lain yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Talikama juga menegaskan tak terlibat dalam penyelenggaraan salah satu festival layang-layang di Jalur Lintas Selatan pada Sabtu (27/06/2020) malam lalu. Kegiatan yang tersebut sempat menimbulkan kemacetan dan kerumunan massa hingga akhirnya dibubarkan oleh aparat.

“Kami justru sedang menggencarkan kampanye safety kiting, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. Kami memang telah mengagendakan festival, namun tidak saat ini karena tengah pandemi,” ungkap Ketua Talikama, Herdjuno. (*)

BERITA REKOMENDASI